Home Headline Bupati Kudus : Wakil Bupati Bisa Lebih dari Satu Orang

Bupati Kudus : Wakil Bupati Bisa Lebih dari Satu Orang

456
0

musthofa_3Kudus, 2/2 (Beritajateng.net) – Figur yang bakal menjabat Wakil Bupati Kudus, Jawa Tengah, sesuai aturan, dapat diisi lebih dari satu orang karena mempertimbangkan jumlah penduduk setempat, kata Bupati Kudus Musthofa.

“Berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1/2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota memang memungkinkan ada dua orang yang mengisi jabatan kursi wakil bupati,” ujarnya di Kudus, Senin.

Ia mengatakan hal itu menanggapi kekosongan kursi Wabup Kudus menyusul meninggalnya Abdul Hamid sebagai wabup setempat pada Jumat (16/1).

Pada Pasal 168 Ayat (2) huruf c dijelaskan bahwa kabupaten/kota dengan jumlah penduduk di atas 250.000 jiwa dapat memiliki dua wakil bupati/wakil wali kota, sedangkan di Kabupaten Kudus jumlah penduduknya lebih dari jumlah tersebut.

Meskipun demikian, dia mengaku, belum bisa memastikan figur yang layak mengisi kursi jabatan wakil bupati tersebut.

Apalagi, katanya, pada Senin baru diumumkan oleh pimpian DPRD Kudus dalam rapat paripurna tentang kekosongan jabatan wabup tersebut.

Hingga kini, kata dia, masih menunggu siapa politikus atau eksekutif maupun tokoh masyarakat yang layak menduduki jabatan wabup.

“Kami tidak mematok kriteria yang rumit, cukup bisa diajak bekerja keras,” ujarnya.

Kalaupun ada pihak eksekutif yang ingin mencalonkan diri, kata dia, tetap harus atas izin bupati.

Adapun syarat yang masih berstatus PNS, yakni minimal memiliki eselon II atau sekelas kepala dinas.

Untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut, kata dia, memang ada batas waktunya, maksimal 30 hari setelah penetapan gubernur.

Ia mengatakan penentuan wakil bupati tetap menjadi kewenangan bupati.

“Kami tidak bisa memastikan yang cocok dari politisi atau eksekutif karena semua pihak yang bisa diajak kerja keras tentu berpeluang. Hal terpenting tidak ada ketimpangan dalam menjalankan roda pemerintahan ke depan,” ujarnya.

Terkait dengan tugas menyusul adanya kekosongan jabatan wakil bupati, dia mengaku, tidak terlalu risau dengan tugas yang seharusnya diemban oleh wakil bupati.

Pasalnya, kata dia, sesuai aturan yang ada, maka tugas pokok dan fungsinya bisa diambil alih atau didelegasikan kepada sekretaris daerah atau asisten.(ant/Bj02)