Home Lintas Jateng Bupati Karanganyar Tolak Proyek Panas Bumi Dari Gunung Lawu 

Bupati Karanganyar Tolak Proyek Panas Bumi Dari Gunung Lawu 

589
0

Juliatmono

KARANGANYAR, 8/10 (BeritaJateng.net) – Pemerintah melalui  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana untuk melakukan lelang terhadap  wilayah kerja panas bumi (WKP) Gunung Lawu di Jawa Tengah dan WKP  Danau Ranau di Sumatera Selatan.   

Alasannya di dua wilayah kerja panas bumi (WKP) tersebut memiliki potensi panas bumi  yang tergolong besar untuk ukuran panas bumi atau geothermal. Jumlahnya sekitar 165 mega watt (MW) untuk Gunung Lawu dan 110 MW untuk Danau Ranau. 

Program yang di gulirkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membangun proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTB) di gunung Lawu di tolak dengan tegas oleh Bupati Karanganyar Juliatmono.

Alasan penolakan tersebut salah satunya karena khawatir pembangunan PLTB itu akan merusak alam dan habitat yang ada di gunung Lawu.

Seperti di ketahui gunung Lawu memiliki potensi alam yang luar biasa banyaknya, misalkan Lawu memiliki koleksi tanaman obat yang beragam jenisnya belum lagi  koleksi satwa dan puspa (bunga).

Bupati Karanganyar sendiri menilai bahwa gagasan tersebut harus di fikirkan masak-masak agar tidak merusak lingkungan alam di sekitar gunung Lawu yang menjadi tumpuan bagi kehidupan ribuan warga Karanganyar dan sekitarnya yang bergantung pada sumber mata air yang berasal dari gunung Lawu. 

“Untuk itulah jika digunakan untuk untuk pembangkit listrik dan gas bumi ya saya menolak. Jangan dieksploitasi,” ungkapnya kepada beritajateng.net di Karanganyar Jawa Tengah, Kamis (8/10/2015). 

Sejauh ini ungkap Juliatmono pihaknya sampai saat ini belum  dihubungi oleh pihak kementrian ESDM secara tekhnisnya akan seperti apa nantinya.

Gunung Lawu sendiri memang memiliki potensi dan menyimpan  sumber panas bumi yang cukup besar berdasarkan penelitian yang dilakukan sejumlah ahli beberapa tahun yang lalu.

“Belum (dihubungi ESDM). Secara tekhnisnya bagaimana  belum dikabari,” terang Juliatmono. 

Selain itu Juliatmono berharap agar Lawu tetap menjadi wilayah konservasi alam. Agar keseimbangan sebagai sumber mata air tetap terjaga jangan sampai  rusak. Lebih baik jika di lakukan penghijauan dan jangan dieksplorasi untuk tujuan apapun. (BJ24)