Home Lintas Jateng Bupati Banyumas Minta Pembangunan Selesai Tepat Waktu

Bupati Banyumas Minta Pembangunan Selesai Tepat Waktu

 

Ilustrasi
Ilustrasi

Purwokerto, 26/11 (Beritajateng.net) – Bupati Banyumas Achmad Husein meminta seluruh kegiatan pembangunan di kabupaten itu harus dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang ditetapkan dalam perjanjian proyek.

“Dengan demikian, tidak akan terjadi pemutusan kontrak maupun denda dan seluruh kegiatan akan dapat digunakan sesuai dengan perencanaan,” katanya, di Purwokerto, Jawa Tengah, Rabu.

Bupati mengatakan hal itu usai meninjau sejumlah proyek pembangunan bersama Wakil Bupati Banyumas Budhi Setiawan dan didampingi para kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait.

Beberapa proyek pembangunan yang ditinjau, antara lain jembatan penghubung Desa Dawuhan Kulon, Kecamatan Kedungbanteng, dengan Desa Babakan, Kecamatan Karanglewas, jembatan Kali Mengaji di Desa Langgongsari, Kecamatan Cilongok, peningkatan jalan Pejogol-Langgongsari, pembangunan jalan Notog-Jatisaba.

Selain itu, peningkatan jalan Patikraja menuju Sampang (Kabupaten Cilacap), perbaikan jalan Mandirancan-Banyumas, pembangaunan Puskesmas Kalibagor, rehabitasi Pasar Sokaraja, Gedung Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM) Purwokerto, pembangaunan gedung Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Banyumas, gedung workshop automotif Balai Latihan Kerja Banyumas, dan pembangunan Kolam Air Hangat Lokawisata Baturraden.

Menurut Bupati, kegiatan pembangunan dibidang konstruksi baik kebinamargaan maupun keciptakaryaan dilakukan dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat dan meningkatkan pendapatan daerah.

“Misalnya, pembangunan jembatan akan membuka akses penghubung Kecamatan Kedungbanteng, Karanglewas, dan Cilongok, sedangkan peningkatan jalan dengan aspal ‘hotmix’ akan mempermudah masyarakat dalam aktivitas ekonomi dan kemanfaatannya lebih lama,” katanya.

Sementara untuk pembangunan puskesmas, kata dia, dilaksanakan guna memaksimalkan dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Budhi Setiawan mengharapkan Forum Masyarakat Peduli Jalan dan Forum Masyarakat Pedulu Sungai untuk lebih aktif dalam memelihara jalan maupun sungai sehingga manfaatnya akan lebih lama dirasakan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Banyumas Irawadi mengatakan bahwa kegiatan pembangunan di bidang kebinamargaan dipastikan dapat selesai tepat waktu.

“Pembangunan jembatan penghubung Desa Dawuhan Kulon-Desa Babakan dengan anggaran Rp1.334.338.000 dan pembangunan jembatan Kali Mengaji dengan anggaran Rp1.385.586.000 akan dapat terselesaikan tepat pada waktunya, yaitu pada tanggal 20 Desember 2014 karena saat ini sedang dilakukan pemasangan gelagar (konstruksi baja, red.) serta seluruh material sudah tersedia,” katanya.

Menurut dia, pembangunan jalan aspal “hotmix” ruas Pejogol-Langgongsari sepanjang 0,715 kilometer dan lebar 4 meter dengan anggaran Rp499.915.000, jalan Notog-Jatisaba sepanjang 3,195 kilometer dan lebar 3-5 meter dengan anggaran Rp1.994.027.000, serta jalan Patikraja-Sampang sepanjang 3,520 kilometer dan lebar 4-5 meter dengan anggaran Rp2.160.027.000 sudah mencapai 100 persen.

Sementara untuk peningkatan jalan Mandirancan-Banyumas tahap III sepanjang 2,145 kilometer dan lebar 3,8 meter dengan nilai kontrak Rp 1.466.635.000, kata dia, saat ini sedang pengerjaan dan akan selesai dalam waktu tiga hari ke depan.

Kepala Dinas Cipta Karya Kebersihan dan Tata Ruang (DCKKTR) Banyumas Andrie Subandrio mengatakan bahwa pekerjaan di bidang keciptakaryaan meliputi pembangunan Puskesmas Kalibagor dengan anggaran Rp1.441.585,000, pembangunan/rehabilitasi Pasar Sokaraja tahap II dengan anggaran Rp6.823.649.000, pembangunan gedung BKMM Purwokerto dengan anggaran Rp3.203.300.000, Gedung Kantor Dinsosnakertrans dengan anggaran Rp1.770.860.000, gedung Workshop automotif BLK dengan anggaran Rp616.501.000, dan Kolam Air Hangat Lokawisata Baturraden dengan anggaran Rp934.789.000 akan dapat diselesaikan sesuai dengan batasan waktu yang ditetapkan.

“Beberapa kegiatan lain di luar yang ditinjau baik di bidang kebinamargaan maupun keciptakaryaan juga sudah banyak yang mencapai 100 persen,” katanya. imbuhnya.(ant/pj)