Home Ekbis BUMDes Jangan Jadi “Predator” Usaha Masyarakat Lokal

BUMDes Jangan Jadi “Predator” Usaha Masyarakat Lokal

69
0
BUMDes Talk bersama pimpinan BUMDes se-Jawa Tengah dan DIY di Solo, Jawa Tengah.
           SOLO, 13/11 (BeritaJateng.net) – Saat ini lebih dari 50  Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)  banyak yang memiliki omzet lebih dari Rp. 500 juta pertahunnya. Bahkan BUMDes desa Ponggok Klaten omzetnya bisa mencapai Rp12 Miliar per tahun.
          Hal ini merupakan bukti bahwa alokasi dana desa yang diwujudkan dalam bentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) semakin efektif untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
         Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Anwar Sanusi kepada media usai membuka kegiatan BUMDes Talk di Solo, Jawa Tengah, Senin (13/11/2017).
           Keberhasilan tersebut menurut Anwar Sanusi membuktikan bahwa konsep Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)  jika dikelola dengan benar mampu membuka lahan pekerjaan baru dan menyerap tenaga kerja yang akan mampu menekan arus urbanisasi di desa.
 tersebut diungkapkan.
           “Kita monitoring pengembangan BUMDes yang ada (di daerah di Indonesia). Kita deteksi persoalannya apa, dimana. Apakah dari sisi manajemen keuangan, organisasi, atau pemasaran. Ini kita carikan solusi,” urai Anwar Sanusi.
           Anwar juga sampaikan saat ini banyak desa yang masih bingung untuk mengalokasikan dana desa akan dikembangkan dalam usaha apa. Kebanyakan mereka mengalokasikan dalam bentuk usaha simpan pinjam.
           Sebagai bentuk dukungannya Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi telah bekerjasama dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam rangka pengembangan BUMDes.
          “Namun yang harus diperhatikan keberadaan BUMDes pada prinsipnya tidak boleh mematikan usaha masyarakat setempat. Namun BUMDes harus mampu menjadi wadah yang merangkul dan mengembangkan potensi dan usaha masyarakat desa. Tidak boleh (BUMDes) jadi predator masyarakat. Keberadaannya untuk kepentingan bersama, bukan untuk merugikan,” pungkasnya. (Db/EL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here