Home Ekbis BUMD Banyumas Raih Laba Rp22,85 Miliar

BUMD Banyumas Raih Laba Rp22,85 Miliar

480
0
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

 

Purwokerto, 17/11 (Beritajateng.net) – Sebanyak empat badan usaha milik daerah di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, hingga Oktober 2014 meraih laba Rp22,85 miliar, kata Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Pemkab Banyumas Sugiyanto.

“Laba dari empat BUMD tersebut, masing-masing PD BPR BKK Purwokerto sebesar Rp16 miliar, PD BKK Purwokerto Selatan Rp2,5 miliar, PDAM Rp4 miliar, dan PT Banyumas Investama Jaya (BIJ) sebesar 150 juta. Untuk PD BPR BKK Purwokerto merupakan PD BPR BKK dengan aset tertinggi di Jawa Tengah senilai Rp478 miliar,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin.

Sugiyanto mengatakan hal itu dalam Rapat Koordinasi dan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Banyumas yang diikuti 150 peserta dari PDAM, PD BPR BKK Purwokerto, PD BKK Purwokerto Selatan, PT BIJ, dan PT Bank Jateng Cabang Koordinator Purwokerto.

Oleh karena itu, kata dia, rakor dan pembinaan BUMD tersebut digelar dengan tujuan mengevaluasi dan mengoordinasi dalam rangka peningkatan kinerja BUMD di Kabupaten Banyumas.

“Selain itu juga untuk memberikan pemahaman dari aspek hukum terhadap BUMD di Kabupaten Banyumas agar dalam melaksanakan kegiatannya tidak menyalahi ketentuan atau peraturan yang berlaku,” katanya.

Bupati Banyumas Achmad Husein dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah Banyumas Wahyu Budo Saptono mengatakan BUMD selain mengemban tugas pelayanan kepada nasabah atau pelanggan, juga dituntut mampu memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah berupa deviden yang nantinya untuk membiayai pembangunan daerah.

“Kedua hal tersebut saling terkait erat satu sama lainnya apabila pelayanannya baik dan nasabah atau pelanggan merasa puas, niscaya akan meningkat pula pendapatan BUMD, yang artinya akan meningkat pula deviden untuk pendapatan asli daerah. Demikian pula sebaliknya,” katanya.

Terkait dengan hal itu, kata dia, para direksi atau pejabat dan karyawan serta dewan pengawas BUMD harus membangun kerja sama yang sinergis dan proporsional.

“Sebagai sebuah organisasi profesional harus dibangun ‘team work’ yang solid sehingga mampu menjadi ‘super team’ yang saling bersinergi, saling mengisi, dan saling melengkapi, selalu melakukan kontrol terhadap peran masing-masing bagi terciptanya situasi kondusif dalam perusahaan,” katanya.(ant/pj)