Home Ekbis Bulog Siap Operasi Pasar untuk Tekan Harga

Bulog Siap Operasi Pasar untuk Tekan Harga

Ilustrasi

beras-gudang

Semarang, 21/1 (BeritaJateng.net) – Bulog Divisi Regional Jawa Tengah siap menggelar operasi pasar untuk mengendalikan harga bahan kebutuhan pokok yang kini belum juga turun, terutama harga beras.

“Harga beras medium dan premium masih stabil, belum ada penurunan. Kalau ada permintaan dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di setiap daerah kepada Bulog terkait pelaksanaan operasi pasar, kami siap melaksanakan. Kapan saja,” kata Kepala Bulog Divre Jateng Damin Hartono di Semarang, Rabu.

Menurut dia, baru ada beberapa daerah di Jawa Tengah yang sudah melakukan operasi pasar, di antaranya, Solo dan Banyumas.Adapun beras yang dijual dalam operasi pasar tersebut yaitu kualitas medium.

Untuk Semarang hingga saat ini belum ada permintaan dari TPID kota kepada Bulog untuk segera melakukan operasi pasar. Terkait perbedaan kondisi yang terjadi di setiap daerah, menurutnya hal tersebut berdasarkan dari selera masyarakat setempat.

“Memang perbedaan selera juga menjadi faktor apakah operasi pasar perlu dilakukan atau tidak, kalau untuk Solo dan Banyumas memang beras yang lebih banyak dikonsumsi adalah kualitas medium,” katanya.

Sementara itu, untuk kebutuhan beras premium, Bulog sendiri sudah menyediakannya di toko Bulogmart yang ada di sejumlah titik di Jawa Tengah. Hingga saat ini, tepatnya sudah ada 51 toko bulogmart yang menyediakan bahan pokok kebutuhan masyarakat.

“Sejauh ini banyak orang tertarik untuk membeli beras kualitas premium di Bulogmart daripada di pasar karena harga yang kami tawarkan lebih rendah antara 5-10 persen dibandingkan pasar,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, meskipun harga BBM subsidi sudah mengalami penurunan namun kondisi tersebut belum diikuti oleh penurunan sejumlah bahan pokok salah satunya beras. Hingga saat ini, harga beras medium masih stabil Rp9.000/kg, sedang Rp9.500/kg, dan premium Rp10 ribu/kg.

Damin mengatakan, operasi pasar bisa dilakukan kapan saja selama harga yang saat itu berlaku sudah di luar kendali. (ant/BJ)