Home Headline Bulog Beri Sanksi Tegas Pencoretan Distributor yang Lakukan Penyimpangan

Bulog Beri Sanksi Tegas Pencoretan Distributor yang Lakukan Penyimpangan

503
Penyimpangan distribusi beras Bulog.
       Semarang, 5/2 (BeritaJateng.net) – Praktik penyimpangan yang dilakukan beras Cadangan Stabilitas Harga Pangan (CSHP), oleh distributor mitra Bulog di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah oleh Tim Satgas Pangan Polda Jawa Tengah akan mendapatkan sanksi tegas dari Bulog.
        Kepala Bulog Divre Jateng Djoni Nur Ashari menjelaskan Gudang RMU Berkah sudah beroperasi menjadi distributor beras selama lima tahun lebih di kawasan Cilacap dan sekitarnya. Tak hanya sebagai distributor saja, melainkan sebagai mitra pengadaaan beras.
          Atas temuan penyimpangan yang dilakukan Distributor tersebut, Djoni akan memberikan sanksi admistrasi berupa pencoretan dari daftar mitra.
         “Gudang RMU Berkah sudah menjadi distributor beras selama lima tahun lebih. Tidak hanya ditributor namun juga mitra pengadaan beras. Tentunya atas penyimpangan ini akan diberikan sanksi berupa pencoretan dari daftar mitra,” ujarnya dalam ekspos kasus ini, di kantor Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah, Jalan Sukun Raya, Senin (5/2).
         Selain dicoret dari daftar mitra Bulog, pihak Gudang RMU Berkah pun akan dikenakan pasal berlapis yakni dijerat dengan Pasal 144 Undang Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, pasal 110 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Selain itu, pelaku juga dijerat dengan pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) huruf a Undang UndangNomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
          Diberitakan sebelumnya Tim Satgas Pangan Polda Jawa Tengah berhasil menemukan tindak manipulasi atas penjualan beras di Dusun Suren RT 01 Rw 03, Desa Tambakreja, Kecamatan Kedung Reja, Kabupaten Cilacap, pada Selasa (30/1) lalu, menyusul terjadinya lonjakan harga beras di tengah masyarakat.
         Berdasarkan analisis harga beras di wilayah kabupaten Cilacap, harga beras premium berkisar Rp 10 ribu hingga Rp 11.500 per kilogram. Berangkat dari hasil analisis ini Tim Satgas Pangan Polda Jawa Tengah melakukan penyelidikan di lapangan.
          Saat melakukan pengecekan ke gudang beras RMU Berkah, yang beralamat di Dusun Suren, RT 01/ RW 03 Desa Tambakreja, Kecamatan Kedung Reja, tim Satgas Pangan Polda Jawa Tengah ini menemukan praktik manipulasi beras.
         Beras yang seharusnya dijual untuk operasi pasar sesuai harga Eceran tertinggi (HET) Pemerintah diproses ulang (dipoles) dan dikemas kembali dijual sebagai beras premium yang harganya lebih mahal, Sehingga, distributor tersebut mendapatkan keuntungan lebih.
           Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengungkapkan bahwa rekanan mitra bulog ini merukapakan CV milik pelaku berinisial S.Beras hasil manipulasi di jual diwilayah Jawa Barat.
          Melalui modusnya menjual beras hasil memanipulasi Gudang beras RMU Berkah pada bulan januari 2018 lalu mendapat keuntungan Rp 288 Juta lebih.
           “Ada dua pelaku yang masih diperiksa oleh tim kami, termasuk pemilik gudang berinisial S. Beras hasil manipulasi oleh S dijual diwilayah Jawa Barat, Sukabumi dan Cianjur,” tuturnya. (Nh/El)