Home Hiburan Bubur Samin Tradisi Masjid Tua Darussalam Di Solo

Bubur Samin Tradisi Masjid Tua Darussalam Di Solo

antri bubur samin
Solo, 23/6 (BeritaJateng.net) – Tradisi turun temurun dari masyarakat keturunan banjar, Kalimantan Selatan  yang sudah menetap puluhan tahun di kota Solo adalah membagikan takjil berupa bubur Samin di  Masjid Darussalam Jalan Gatot Subroto 161, Solo.

Sebagian besar warga Banjar tinggal  di Kampung Jayengan Kidul RT 3 RW 8, Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan membuat bubur khas asli kuliner Banjar yang dibagikan untuk masyarakat umum. Biasanya usai Sholat Ashar, masyarakat banyak yang antri sambil membawa wadah untuk mendapatkan bubur yang di masak setiap bulan Ramadahan dan pada setiap tanggal 10 Muharram.

Setiap harinya takmir masjid Darussalam  membagikan bubur lebih dari 1000 porsi baik warga maupun jamaah yang berbuka di Masjid Darussalam Jayengan. Dalam sekali masak bisa menghabiskan beras sekitar 40-50 kilogram.

Menurut Takmir Masjid Darusalam, HM Rosyidi Mochdlor, tradisi membuat dan membagikan bubur Samin khas Banjar sudah dimulai sejak pertama kali  Masjid Darusalam berdiri pada tahun 1911 warga Banjar yang merantau ke Solo.

Disebut  bubur Samin, karena cara memasaknya menggunakan minyak Samin ditambah bumbu rempah-rempah seperti kapulaga, jinten, dan lain-lain serta dilengkapi dengan daging sapi. Bubur ini rasanya gurih, enak, hangat di perut.  

“Bubur ini memiliki ciri dan rasa yang khas yakni penambahan bumbu rempah-rempah, minyak samin, daging,” jelasnya, Selasa (23/6). 

Tak heran jika selama Ramadhan, salah satu Masjid tertua yang ada di Kota Solo ini ramai dipadati warga yang ingin merasakan nikmatnya bubur Samin khas Banjar ini.

Mereka tidak hanya berasal dari kota Solo dan sekitarnya. Namun juga warga dari luar kota yang kebetulan sedang berada di kota Solo juga ikut menikmatinya.(BJ24)