Home Headline Buat STNK dan BPKB Hanya Rp 4 Juta

Buat STNK dan BPKB Hanya Rp 4 Juta

image
Tersangka menunjukkan barang bukti

Salatiga, 5/1 (BeritaJateng.net) – Sindikat pemalsuan surat tanda nomer kendaraan (STNK) serta Buku Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) antar pulau, berhasil dibongkar jajaran Reskrim Polres Salatiga.

Empat tersangka berhasil di tangkap di rumah masing-masing tanpa ada perlawanan.

Keempat tersangka diketahui bernama   Mawas Yudhono alias Yudi (47) warga Batang perintis 2/9 RT 03 RW 11 Surabaya, Jawa Timur. Agung Winarno (40) warga Batang Perintis Raya No.06 RT 11 RW 03, Kelurahan Ngagel Rejo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur.

image

Setyawan Adi Nugroho alias Wawan Gading (39) warga Jalan Gunung Sari RT 03 RW 06 Karangpete, Kelurahan Kutowinangun, Kecamatan Tingkir, Salatiga dan Ari Setiawan alias Sis (54) warga Jalan Mangga No 36 Ngadirejo, Kecamatan kartosuro, Kabupaten Sukoharjo.

Dari hasil penangkapan, jajaran polres salatiga berhasil menyita sebanyak 24 mobil berbagai merk dan jenis, serta berbagai surat-surat untuk proses kepemilikan mobil maupun ratusan stempel dari berbagai Polda dan Polres di Indonesia.

Mobil-mobil yang diamankan terdiri dari daihatsu grand max, Suzuki APV, Toyota Avansa, Daihatsu Xenia, Suzuki Swift, Suzuki Carry, Suzuki Vitara, Toyota Kijang Super, maupun Isuzu Panther.

Untuk surat-surat yang disita dari tangan para tersangka yang semuanya dipalsukan, diantaranya surat buka blokir, surat keterangan BPKB sebagai jaminan bank, sampul BPKB, fiskal, notes pajak kosong, blangko STNK kosong, plastik kantong STNK, blangko BPKB kosong, faktur kosong mobil Toyota, Nissan dan Honda, blangko KTP lama Kabupaten Sidoarjo, blangko KTP baru Kabupaten Sidoarjo, stiker kir kosong, plat kir, buku kir, plat nomor berlogo lalu lintas, stempel 35 polres di Indonesia, stempel dipenda, stempel samsat berbagai kabupaten/kota di Indonesia, STNK sudah jadi untuk mobil dan motor serta data kendaraan roda empat atau mobil sebanyak 355 lembar.

Salah satu tersangka mengatakan, untuk pembuatan STNK palsu, per lembarnya mematok harga Rp 2,5 juta dan jika ditambah BPKB maka menjadi Rp 4 juta. Saya sudah bertahun-tahun menekuni pemalsuan surat-surat kendaraan bermotor itu dan hasilnya sangat besar.

“Untuk pembuatan STNK dan BPKB hanya Rp 4 juta,” ujarnya.

Sementara, Kapolres Salatiga AKBP Ribut Hari Wibowo mengatakan, bahwa pemalsuan surat-surat, plat nomor, faktur maupun STNK dan BPKB serta stempel itu hasil kerja tim yang diotaki Mawas Yudhono.

“Mawas sendiri menjalani profesi pemalsu surat-surat ini setelah meninggalkan pekerjaannya sebagai tukang parkir di kantor Samsat Manyar, Kota Surabaya. Diduga, Mawas telah paham dan mempunyai jaringan khusus,” ujar Kapolres.

Untuk membongkar sindikat pemalsuan ini, Polres Salatiga hanya membutuhkan waktu tiga hari dan berhasil menangkap para tersangka, yang diawali dengan menangkap tersangka Setyawan Adi Nugroho alias Wawan Gading di Salatiga. Keempat tersangka dijerat dengan Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (BJ20)