Home DPRD Kota Semarang Buang Limbah Tinja Ke Sungai, Kos-kosan Mewah di Tegalsari Terancam Di Bongkar

Buang Limbah Tinja Ke Sungai, Kos-kosan Mewah di Tegalsari Terancam Di Bongkar

726
0

IMG_20150910_034831

Semarang, 10/9 (BeritaJateng.net) – Rombongan Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas terkait melakukan sidak tempat kos-kosan di Jalan Tegal Sari, Rabu (9/9).

Hal ini dilakukan setelah menerima laporan masyarakat setempat bahwa kos-kosan tersebut diduga melakukan pelanggaran berat karena membuang limbah tinja langsung ke sungai.

Warga setempat merasa resah, dan melaporkan langsung kepada Komisi C DPRD Kota Semarang, hal ini langsung ditanggapi serius dengan mengecek langsung lokasi kos-kosan mewah yang memiliki puluhan kamar.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Wachid Nurmianto mengatakan, ketiga kos-kosan milik salah satu pengusaha di Jalan Tegalsari ini diduga melakukan pelanggaran berat.

“Sidak sengaja dilakukan dewan untuk memastikan laporan dari masyarakat agar mengetahui kebenaran dan tidak menjadi fitnah,” ujar Wachid.

Dari hasil sidak, lanjutnya, memang diakui ditemikan fakta seperti yang dilaporkan. Meskipun memiliki bangunan cukup mewah, kos-kosan tersebut membuang limbah tinjanya langsung ke sungai, sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan.

“Padahal tiap gedung kos terdapat puluhan kamar yang didalamnya terdapat masing-masing satu toilet,” katanya.

Yang jelas dari fakta di lapangan, tambah Wachid, pemilik kos telah melanggar Perda No. 14 tahun 2011 tentang RTRW, Perda Izin gangguan dan mungkin perda lainnya. Pihaknya mendesak pemkot untuk menindak tegas atas pelanggaran yang dilakukan bahkan jika perlu dibongkar atau dicabut izinnya.

Mendapat kunjungan dadi Dewan dan instansi Pemerintah Kota Semarang, salah satu penjaga kos, Zaenuri tak mampu mengelak dan membenarkan apa yang menjadi sumber keresahan warga Tegalsari.

Dengan tarif kos-kosan Rp. 1,5 juta dan tergolong mahal, kos-kosan tersebut diakui Zaenuri tidak memiliki penampungan atau septic tank untuk menampung limbah tinja.

“Saya ndak tahu, saya hanya penjaga kos. Kalau masalah pembuangan, memang ndak ada septic tanknya,” ujar Zaenuri.