Home Lintas Jateng BRT Trans Semarang Akan Buka Rute Baru Koridor 8

BRT Trans Semarang Akan Buka Rute Baru Koridor 8

11
Shelter Baru BRT Di Bandara Ahmad Yani Semarang Diresmikan

Semarang, 7/10 (BeritaJateng.net) – Permintaan akan moda transportasi umum di daerah pinggiran menuju tengah kota semakin meningkat. Memenuhi permintaan tersebut, Trans Semarang pun sudah bersiap meluncurkan koridor baru, yakni Koridor 8 dengan rute Terminal Cangkiran-Balai Kota.

Koridor 8 yang akan diluncurkan November mendatang, memiliki rute pergi pulang dari Terminal Cangkiran, menuju Gunungpati, Manyaran, Kalibanteng, Balai Kota Semarang dan kembali ke Terminal Cangkiran. Beberapa sekolah akan dilewati jalur ini, seperti SMA 7 dan SMP 19. Beberapa perkantoran dan pusat perbelanjaan juga akan dilewati.

Sebenarnya sudah ada Koridor 4 yang memiliki pool di Terminal Cangkiran, hanya saja rutenya hingga ke tengah kota berbeda. BRTKoridor 4 melewati Ngaliyan, Krapyak, Kalibanteng, Jl Imam Bonjol, Balai Kota Semarang, dan berakhir di Stasiun Tawang.

”Ada 20 unit bus yang dipersiapkan, 18 akan beroperasi dan 2 sisanya merupakan cadangan. Dengan jangkauan yang lebih luas, harapannya, semakin sedikit warga yang menggunakan kendaraan pribadi. Ini untuk menekan kepadatan lalu lintas, yang menyebabkan kemacetan,” ujar Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan.

Tak hanya rute BRT, ada empat koridor feeder yang juga akan segera diluncurkan. Tiap Rute feeder akan dioperasionalkan 22 unit kendaraan, menggunakan ELF (Long chassis). Direncanakan hingga 2021 sudah empat rute feeder berjalan.

Koridor feeder ini diharapkan bisa menjangkau permukiman yang tidak bisa dilalui armada BRT Trans Semarang. Pasalnya, saat ini, banyak wilayah perkampungan maupun perumahan yang tidak mempunyai lebar jalan yang memenuhi syarat untuk dilewati bus. ”Koridor feeder ini akan menjangkau beberapa perumahan yang tidak bisa dilalui bus,” tandas Ade.

Sementara itu, Erlangga Sucipto (30) warga Mijen menuturkan, setiap hari dia menggunakan sepeda motor untuk bekerja di Jl Kaligarang. Hal ini dikarenakan memang belum ada moda transportasi umum yang bisa langsung ke sana. Tiap pagi dan sore hari, dia menerobos kemacetan di Jl Untung Suropati, dan Kaligarang.

”Kalau ada BRT, kami akan sangat terbantu. Karena itu, jaringan rutenya harus diperluas. Kalau belum semua tempat dilalui, ya kami juga yang akan kesulitan menuju tempat yang diinginkan. Akhirnya, kembali menggunakan kendaraan pribadi,” ujar bapak satu anak ini.  (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

six + 8 =