BRT Trans Semarang Akan Adopsi Sistem LRT Singapura

Wali kota Semarang Hendrar Prihadi meninjau 25 BRT Trans Semarang yang akan segera diluncurkan untuk mengganti BRT tak layak jalan.

Semarang, 7/1 (BeritaJateng.net) – Sebanyak 20 Bus Rapid Trans (BRT) Semarang rencananya akan dilengkapi dengan sarana Global Positioning System (GPS) yang mengadopsi sistem LRT di Singapura.

Hal ini disampaikan oleh Walikota Semarang Hendrar prihadi saat melakukan pengecekan kondisi BRT Trans Semarang, Sabtu (7/1).

Menurutnya, sistem BRT Semarang yang mengadopsi sistem LRT di Singapura yakni berupa sistem pemberitahuan otomatis ketika armada sudah mendekati shelter.

“Sistem tersebut berjalan dengan sarana Global Positioning System (GPS), sehingga dapat secara otomatis mengetahui posisi armada dan shelter mana yang menjadi pemberhentian berikutnya”, tutur Hendi.

Sistem pemberitahun melalui GPS tersebut rencananya akan diluncurkan pada tanggal 12 Januari 2016 untukada 20 armada baru Trans Semarang Koridor 1 Mangkang-Penggaron.

Sedangkan di bulan Februari nanti, lanjut Hendi, pihaknya juga akan menargetkan pengoperasian 6 Koridor BRT, setelah sebelumnya Trans Semarang hanya memiliki 4 Koridor yaitu Mangkang-Penggaron, Terboyo-Sisemut, Pelabuhan-Akpol, dan Terminal Cangkiran-Stasiun Tawang. Sedangkan penambahan 2 koridor tersebut akan beroperasi pada jalur PRPP-Dinar Mas dan Universitas Diponegoro-Universitas Negeri Semarang.

“Dengan sistem ini harapannya dapat sebagai pemandu masyarakat yang naik Trans Semarang sehingga bertambah nyaman,” imbuhnya. (El)

Tulis Komentar Pertama

TINGGALKAN TANGGAPAN