Home Headline BRT Koridor VI Kembali Lewat Jalan Pawiyatan Luhur

BRT Koridor VI Kembali Lewat Jalan Pawiyatan Luhur

189
0
Aplikasi Canggih Bisa Dinikmati Penumpang BRT Semarang
        SEMARANG, 12/3 (BeritaJateng.net) – Operasional Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang Koridor VI telah kembali melalui Jalan Pawiyatan Luhur, Bendan Duwur, seperti semula. Hal itu menyusul perbaikan ruas jalan yang ambles beberapa waktu lalu itu telah selesai.
        Sebelumnya, rute BRT Trans Semarang Koridor VI yang menghubungkan Undip Tembalang dengan Unnes Gunungpati, dialihkan memutar melewati Sampangan dan Kaligarang.
         “Bus Trans Semarang Koridor VI sudah beroperasi seperti semula melalui Jalan Pawiyatan Luhur lagi mulai setelah perbaikan jalan selesai Kamis (8/3) pekan lalu,” kata Plt Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan, Senin (12/3).
         Dengan selesainya perbaikan jalan tersebut, masyarakat yang biasanya menggunakan BRT Trans Semarang di wilayah pawiyatan luhur, saat ini sudah dapat menikmati kembali layanan transportasi milik Pemkot Semarang itu.
         Ade Bhakti menerangkan, kembalinya bus Trans Semarang ke rute yang melalui beberapa perguruan tinggi itu setelah mendapat izin dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang selaku instansi yang berwenang menangani perbaikan jalan.
          “Perbaikan jalan selesai sesuai target kami. Sempat ambles lagi namun DPU sigap dan langsung melakukan penanganan sehingga bisa dilalui bus Trans Semarang,” terangnya.
         Saat dilakukan pengalihan jalur, pengelola BLU Trans Semarang telah memberikan sosialisasi kepada para penumpang dengan cara menempel stiker di shelter-shelter yang dilalui BRT Koridor VI.
         Terpisah, Kepala DPU Kota Semarang, Iswar Aminudin mengatakan, perbaikan Jalan Pawiyatan Luhur yang ambles memang telah selesai. Sejauh ini, pihaknya hanya bisa melakukan perbaikan dengan pengaspalan di lapisan atasnya. “Kemarin kami kepras jalan itu. Selanjutnya dikeruk kemudian dilakukan pengaspalan,” kata Iswar.
        Jenis tanah di jalan Pawiyatan Luhur termasuk kategori labil. Iswar tidak bisa memprediksikan berapa lama perbaikan jalan yang menjadi jalur BRT koridor VI jurusan Undip Tembalang-Unnes Gunungpati itu sanggup bertahan. Pasalnya, hal itu dipengaruhi jumlah dan berat kendaraan yang melintasi jalur tersebut.
         “Agar bisa bertahan lama, solusi satu-satunya ya pakai borepile yang ditanam dengan kedalaman lebih dari 100 meter,” jelasnya.
        Hanya saja, jika menggunakan borepile maka terkendala soal anggaran karena butuh lebih dari Rp 100 miliar untuk pemasangan borepile di sepanjang jalan tersebut. Kemudian, bagian atas jalan dilakukan pembetonan.
        Karena itu, lanjut Iswar, yang bisa dilakukan yaitu melakukan pemeliharaan. Jika nantinya terjadi kerusakan lagi, DPU akan langsung bergerak melakukan perbaikan. “Dulu pernah dibeton juga tapi patah juga dan hancur karena jenis tanahnya labil. Solusinya memang harus menggunakan borepile itu,” tandasnya. (El)