Home Lintas Jateng BPSDA Serayu-Citanduy Siapkan Alat Antisipasi Banjir

BPSDA Serayu-Citanduy Siapkan Alat Antisipasi Banjir

ilustrasi banjir

 

images(11)

Purwokerto, 14/11 (Beritajateng.net) – Balai Pengelola Sumber Daya Air (BPSDA) Serayu-Citanduy menyiapkan peralatan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana banjir di wilayah eks-Keresidenan Banyumas, Jawa Tengah.

“Kami sudah menyiapkan peralatan berat, ribuan karung, dan kawat bronjong guna mengantisipasi kemungkinan adanya bencana banjir yang menjebol tanggul saluran irigasi hingga menggenangi permukiman warga,” kata Pejabat Sementara Kepala BPSDA Serayu-Citanduy Arief Sugiarto kepada wartawan, di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat.

Menurut dia, pada awal musim hujan yang sudah berlangsung selama satu pekan terakhir, banjir telah mengakibatkan tebing Sungai Cikawung di Ajibarang, Kabupaten Banyumas, longsor.

Selain itu, kata dia, banjir juga telah menjebol tanggul saluran suplai Sungai Logawa untuk irigasi Sungai Banjaran di Kelurahan Kober, Kecamatan Purwokerto Utara, pada Kamis (13/11) malam.

“Hari ini, warga bersama TNI bekerja bakti memperbaiki tanggul yang jebol sepanjang lima meter guna mengantisipasi terjadinya banjir di permukiman. Kami telah mengirimkan 500 karung untuk perbaikan tanggul yang jebol itu,” katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa berdasarkan pantauan BPSDA Serayu-Citanduy di 11 titik pemantau banjir yang tersebar di seluruh wilayah eks Keresidenan Banyumas, debit air sejumlah sungai besar telah meningkat 23 persen dari kondisi normal.

Terkait upaya antipasi bencana banjir, dia mengimbau warga untuk tidak membuang sampah di saluran irigasi karena hal itu akan membendung aliran air sehingga dapat mengibatkan banjir dan membuat tanggul menjadi jebol akibat tidak mampu menahan tingginya debit air.

“Kami imbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya banjir,” katanya.

Ia mengatakan bahwa saat ini perlu diwaspadai kemungkinan terjadinya banjir lumpur dari daerah hulu yang disebabkan tidak adanya resapan air akibat penebangan pohon sehingga akan mengancam daerah di hilir sungai.(ant/pj)