Home Ekbis BPR-BKK Diminta Pintar Bersaing Dengan Bank Nasional

BPR-BKK Diminta Pintar Bersaing Dengan Bank Nasional

628
0

SEMARANG, 10/12 (Beritajateng.net) – Persaingan antar bank di Jawa Tengah sangat kompetitif tidak terkecuali yang terjadi di Kota Purwokerto. BPR BKK Purwokerto sebagai bank lokal merasa kesulitan bersaing dengan bank bank besar yang nota bene merupakan bank nasional baik dalam menarik dana masyarakat maupun menyalurkan kredit.
Direktur Utama BPR BKK Banyumas Sugeng Prijono mengungkapkan, pihaknya kesulitan dalam menyalurkan kredit Usaha Rakyat (KUR) Hal ini disebabkan bank banknasional juga mengucurkan kredit yang sama dengan bunga yang lebih kecil.

“Kami kesulitan salurkan KUR. Bank bank nasional bunganya hanya 7 persen, sementara kami bunganya di angka 15 persen per tahun,” ungkapnya saat menerima kunjungan Anggota Komisi C DPRD Jateng.

Tidak hanya itu, lanjut Sugeng, kredit kredit skala kecil bagi pedagang pasarpun saat ini sudah diintervensi oleh bank bank besar. Bank Jateng, BRI dan bank bank lain juga sudah mulai membuka unit mikro yang melayani kredit untuk pedagang kecil.

Menanggapi keluhan tersebut, Anggota Komisi C Mustholih mengungkapkan, BPR BKK Purwokerto diminta memberi pelayanan yang baik dan bisa memberi kenyamanan bagi debitur yang mengambil kredit. Selain itu BPR BKK diharapkan bisa memberikan edukasi dalam manajemen hutang kepada para debitur.

“Kalau dibanding bank bank nasional kita memang kalah segalanya baik itu modal maupun bunganya. Kita harus mempunyai kelebihan dalam memberikan pelayanan seperti edukasi manajemen hutang,” ungkap Mustholih.

Sementara itu Ketua Komisi C DPRD Jateng Asfirla Harisanto mengharapkan jajaran pejabat eksekutif BPR BKK Purwokerto untuk menjaga profesionalisme dengan mengikuti pelatihan manajemen resiko. Pelatihan ini dipandang penting untuk menghadapi konsolidasi (Penggabungan) BPR BKK se Jawa Tengah menjadi satu bank yang kuat di masa yang akan datang.

“Saya minta semua pejabat eksekutif mengikuti pelatihan MR untuk mendapatkan sertifikasi sampai level 3.Ini penting untuk menghadapi konsolidasi BPR BKK Jateng,” tegasnya.

Politisi yang akrab disapa Bogi ini mengatakan, dengan konsolidasi BPR BKK se Jateng, bank milik Pemprov Jateng dan Pemkab se Jateng ini akan menjadi bank yang besar mendampingi bank Jateng yang sudah terlebih dahulu menjadi bank yang disegani.

“Gabungan BPR BKK se Jateng sudah memiliki asset senilai 8,9 triliun. Ini aset yang sangat besar bagi sebuah bank. Proses konsolidasi ini saya yakin sudah membuat bank lain ketar ketir,” katanya mengakhiri kunjungan.

(NK)