Home Headline BPOM Amankan 27 Jenis Jamu Berbahaya dari Distributor Di Tegal  

BPOM Amankan 27 Jenis Jamu Berbahaya dari Distributor Di Tegal  

294
0
BPOM Amankan 27 Jenis Jamu Berbahaya dari Distributor Di Tegal  
        Semarang, 11/4 (BeritaJateng.net) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Semarang menyita sedikitnya 2.904 kemasan produk jamu ilegal yang diedarkan di kawasan Kabupaten Tegal. Jamu-jamu tersebut diamankan dari seorang distributor RN, (40), Warga Desa Ujungresi, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.
        Kepala BPOM Kota Semarang Endang Pujiwati menjelaskan pengungkapan ini berawal dari pengawasan terhadap sebuah akun media sosial beberapa waktu lalu. Dari hasil penyelidikan petugas balai besar pom semarang melakukan pengrebegan dan diketahui jamu tersebut mengandung bahan kimia dan memiliki efek samping berbahaya pada tubuh para pengguna jamu  yang berhasil diamankan.
         “Sebelumnya telah dilakukan pengawasan terhadap sebuah akun Facebook beberapa waktu lalu. Akun tersebut diketahui menjual-belikan obat tradisional dengan berbagai macam khasiat,” ujarnya di kantor BPOM Kota Semarang, Banyumanik, Selasa (10/4).
BPOM Amankan 27 Jenis Jamu Berbahaya dari Distributor Di Tegal

Dari hasil pemeriksaan petugas BPOM Semarang, RN sudah beroperasi tiga tahun lalu, dan diedarkan diwilayah Tegal. Ribuan kemasan terdiri dari 27 jenis obat yang diedarkan R-N, Jamu tersebut diantaranya jamu pegel linu, asam urat dan jamu rematik.

        Endang menerangkan jamu yang disita itu mengandung bahan kimia berbahaya yang bisa berakibat fatal jika diminum tanpa dosis tertentu. Mulai dari menyerang ginjal, lambung, hingga organ-organ tubuh lainnya.
        “Jamu yang mengandung obat berbahaya berdampak pada kesehatan bagi yang mengkonsumsi,” tambahnya.
        Beberapa dari ribuan produk ini sebenarnya sudah ada yang terdaftar di BPOM. Namun, sudah ditarik dari peredaran beberapa waktu lalu lantaran mengandung bahan kimia berbahaya. “Dari beberapa produk yang diamankan beberapa sudah ditarik dari peredaran,” tuturnya.
        Endang meminta masyarakat agar melaporkan apabila ada temuan serupa. Selain itu, masyarakat diharapkan ikut berperan aktif menangkal peredaran jamu ilegal.
        Sementara itu pemilik distributor, R-N hingga kini masih dimintai keterangan. Atas perbuatannya, R-N diancam pasal 197 uu no.36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan pidana penjara maksimal 15 tahun atau denda rp 1,5 miliar.
         “Jika nanti RN terbukti bersalah akan dijerat dengan UU Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 dengan ancaman penjara 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar,” tukasnya. (Nh/El)