Home DPRD Kota Semarang BPK2L Telusuri Pemilik Gedung Kota Lama Semarang

BPK2L Telusuri Pemilik Gedung Kota Lama Semarang

787
0
Wakil wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama Ketua DPRD Supriyadi meninjau revitalisasi kota lama Semarang.

SEMARANG, 16/7 (BeritaJateng.net) – Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) menelusuri pemilik Gedung Marba dan Gedung Koperasi Batik Indonesia (GKBI). Karena hinggi kini pemilik dua bangunan tersebut belum diketahui. Hal itu diungkapkan, Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L), Hevearita G. Rahayu.

Menurutnya, dua gedung tersebut merupakan bangunan besar yang memiliki lokasi strategis. ’’Hingga saat ini kami terus berusaha melakukan komunikasi untuk mencari siapa pemilik gedung. Karena jika ada investor yang meminati gedung itu tentunya susah untuk menindaklanjutinya,’’ ujarnya.

Menurutnya sampai saat ini sudah sekitar 80 persen gedung di Kota Lama yang telah diketahui pemiliknya. Hevearita, menerangkan yang terakhir Gedung PT PPI yang dilakukan revitalisasi. Dia menerangkan, untuk Gedung Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) pemilik sudah melakukan perizinan.

Menurutnya pemilik gedung tersebut sudah bekerjasama dengan PT Taman Wisata Candi Borobudur untuk dibuat hotel, cafe, kantor dan indoor teater. ’’Mayoritas kalau yang sudah tahu kondisi Kota Lama saat ini para pemilik antusias untuk memanfaatkan gedung yang mereka miliki. Jadi nanti lengkap ada semua di Kota Lama, salah satunya Museum D’Topeng juga meminati Kota Lama,’’ imbuhnya.

Adapun menurut data Bappeda Kota Semarang luas wilayah Kota Lama 40 hektare. Terdapat sebanyak 245 unit bangunan yang sekitar 177 unit merupakan milik pribadi dan 68 milik perusahaan.

Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi mendorong agar pemerintah terus melakukan komunikasi dengan pemilik gedung. Sebab, saat ini pembangunan infrastruktur di Kota Lama gencar dilakukan untuk memperbaiki wilayah itu. Pihaknya mengapreiasi perubahan area Kota Lama saat ini.

Selain mengubah wajah kota lama semakin baik sekaligus mengatasi permasalahan rob di sekitarnya. ’’Jika tidak diimbangi dengan antusiasme pemilik gedung untuk melakukan revitalisasi ya percuma saja. Karena anggaran peningkatan infrastruktur di Kota Lama mencapai Rp 156 miliar,’’ tandasnya. (El)