Home Headline BPK2L: Pembangunan Kota Lama Adopsi Konsep Eropa

BPK2L: Pembangunan Kota Lama Adopsi Konsep Eropa

3407
0
Pemkot giatkan resik-resik kota lama

Semarang, 14/2 (BeritaJateng.net) Р Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang menjelaskan pembangunan jalan di kawasan Kota Lama Semarang meniru dan mengadopsi konsep di Eropa.

“Di Eropa, jalan-jalannya kan menyatu dengan drainase di bawah tanah, termasuk kabel dan jaringan lainnya,” kata Ketua BPK2L Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di Semarang, Rabu.

Ita, sapaan akrab Hevearita yang juga Wakil Wali Kota Semarang itu mengatakan sekarang ini “ducting” (saluran) untuk menanam kabel listrik dan jaringan lainnya sedang disiapkan.

Jadi, kata dia, nantinya kawasan Kota Lama akan bersih dari kabel-kabel yang menggantung semrawut yang mengganggu keindahan, di samping mempertimbangkan aspek keamanan.

“Pertimbangannya, memang agar kawasan Kota Lama Semarang terlihat bersih dan indah. Bebas dari kabel-kabel melintang. Sekarang ini, kabel listrik, dan sebagainya kan masih semrawut,” katanya.

Menurut dia, upaya revitalisasi dan penataan kawasan Kota Lama Semarang yang didanai Rp135 miliar oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang berjalan.

“Pembangunannya banyak, seperti jalan, (pengaturan, red.) drainase, dan sebagainya. Nanti, kan ada juga polder mini di kawasan Bubakan Semarang yang sekarang berupa taman,” katanya.

Ia mengatakan pembuatan polder mini di kawasan Bubakan Semarang itu memang untuk menanggulangi banjir yang selama ini sering menggenangi kawasan itu karena drainasenya belum tertata.

“Nanti, polder itu akan menampung air. Kemudian, dialirkan ke Sungai Semarang. Namun, tamannya masih tetap. Malah akan kami percantik dengan empat air mancur,” kata Ita.

Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, kata dia, Polder Mini Bubakan juga akan menjadi ruang terbuka publik yang bisa diakses masyarakat sebagai arena bermain dan wisata.

“Masih ada satu lagi polder mini di kawasan Sungai Berok Semarang untuk melengkapi polder mini di Bubakan. Kawasan nol kilometer Semarang di dekat Sungai Berok itu juga kerap banjir,” katanya. (EL)