Home Headline BPK Minta Optimalisasi Auditor Jelang MEA

BPK Minta Optimalisasi Auditor Jelang MEA

BPK1-624x416Jakarta, 18/2 (Beritajateng.net) – Badan Pemeriksa Keuangan meminta negara-negara Asia Tenggara mengoptimalkan peran auditor utama untuk mengukur keberhasilan program-program pembangunan, sehingga dapat menjadi landasan kebijakan para Kepala Negara dalam integrasi ekonomi di wilayah itu.

“BPK di negara-negara Asia Tenggara menjadi pemeriksa program pembangunan. Hasilnya akan menjadi pertimbangan untuk kebijakan terkait arus bebas tenaga kerja, bebasnya perdagangan barang dan jasa,” kata Ketua BPK Harry Azhar Azis di Jakarta, Rabu.

Harry mengatakan dirinya telah menyampaikan hal tersebut saat menjadi pembicara tunggal dalam sebuah seminar di Razak School of Government, di Malaysia. Lembaga tersebut memiliki posisi serupa seperti Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) di Indonesia.

Adapun Malaysia kini memegang jabatan sebagai Ketua ASEAN di 2015, sehingga memiliki kontribusi penting dalam penentuan arah kebijakan.

Menurut Harry, dengan integrasi ekonomi yang akan memberikan persaingan bebas untuk tenaga kerja, barang dan jasa, akuntabilitas dari sisi kinerja dan keberhasilan program masing-masing negara sangat diperlukan.

Keberlanjutan program-program pembangunan dalam integrasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) harus diukur akuntabilitasnya, kata dia, untuk melihat berbagai pengaruhnya terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Jadi masing-masing negara memiliki landasan untuk mengelola sumber daya secara efektif dan efisien, sehingga ketika integrasi kerja sama antara negara terjadi, dapat terfokus dalam satu program untuk mensejahterakan rakyat,” ujarnya.

Harry juga mengusulkan dalam pertemuan antarkepala negara di ASEAN, menjelang implementasi MEA pada akhir 2015, diadakan pertemuan sela antara Ketua Badan Pemeriksa Keuangan di kawasan.

“Kami akan menyanggupi untuk memberikan informasi dan memberikan pemeriksaan untuk menjadi landasan keputusan kepala negara ASEAN dalam konteks pemberlakuan MEA,” ujarnya.

Secara garis besar, Harry mengatakan, dalam kancah internasional, BPK RI akan memperjuangkan peningkatan peran auditor negara untuk berkontribusi dalam penurunan kemiskinan.

Dia ingin mengajak badan pemeriksa keuangan utama di masing-masing negara di Asia untuk menggunakan indikator kesejahteraan dalam pemeriksaan pengelolaan keuangan.

“Kita memiliki ‘interest’ dalam hal itu. Badan pemeriksa keuangan negara harus berkontribusi untuk menurunkan angka kemiskinan,” kata dia.

Harry mengatakan BPK RI yang baru terpilih sebagai anggota Dewan Pengurus Organisasi Lembaga Pemeriksa Utama di Asia (ASOSAI) akan mempromosikan Organisasi Lembaga Pemeriksa Utama tingkat ASEAN (ASEANSAI) ke tingkat yang lebih luas.(ant/bj02)

Advertisements