Home Headline BPJS Ketenagakerjaan Teken MoU Dengan RS PKU Muhammadiyah Jadi Rujukan PLKK

BPJS Ketenagakerjaan Teken MoU Dengan RS PKU Muhammadiyah Jadi Rujukan PLKK

175
0
BPJS Ketenagakerjaan Teken MoU Dengan RS PKU Muhammadiyah Jadi Rujukan PLKK.
        SUKOHARJO, 29/6 (BeritaJateng.net) – RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo bersama dengan BPJS Ketenagakerjaan menandatangani MoU untuk menjadi rujukan Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK). Untuk wilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan Surakarta sudah ada 69 PLKK yang terdiri dari Klinik, Puskesmas dan RS yang sudah menandatangani MoU.
      Kepala Bidang Pemasaran Peserta Penerima Upah BPJS Ketenagakerjaan Surakarta bertindak sebagai pejabat pengganti sementara (pps) Kepala Kantor, Sri Sudarmadi sebut jika PLKK rumah sakit atau klinik ini telah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk melayani peserta yang mengalami kecelakaan kerja.
      “PKU Muhammadiyah Sukoharjo ini merupakan PLKK ke 69 di wilayah Solo raya yang ditunjuk untuk melayani peserta yang mengalami kecelakaan kerja,” jelasnya Jumat (29/6/2018).
      Bagi pekerja yang telah terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan menurut Sri Sudarmaji mendapatkan banyak manfaat. Apabila ada pekerja yang mengalami kecelakaan kerja, bisa langsung dibawa ke salah satu PLKK.
       “Cukup dengan menunjukan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan, akan langsung mendapatkan pengobatan kelas 1 apabila PLKK nya merupakan RSUD/Negeri dan kelas 2 untuk RS Swasta,” jelasnya lebih lanjut.
      Manfaat dan kemudahan lainnya ungkap Sri Sudarmaji, seandainya ada peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami mengalami cacat akibat kecelakaan kerja ada program bernama Return to Work (RTW).
     Program RTW ini adalah pendampingan bagi peserta yang cacat atau berpotensi cacat akibat mengalami resiko kecelakaan kerja sehingga dapat kembali bekerja seperti semula. Seandainya peserta itu mengalami cacat yang tidak memungkinkan dirinya kembali bekerja di posisi sebelumnya, maka akan dipekerjakan kembali di posisi yang lebih memungkinkan. Namun RTW ini hanya berlaku bagi peserta yang perusahaannya menandatangani perjanjian untuk berkomitmen mendukung program ini.
     “Jadi kita menghimbau perusahaan yang belum menandatangani perjanjian untuk mendukung RTW ini agar segera menandatangani perjanjian tersebut,” ujar Sri.
      Sampai saat ini, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta telah menangani 26 Kasus RTW dan 23 diantaranya sudah kembali bekerja di perusahaan tempat asalnya bekerja. Sedangkan perusahaan yang sudah berkomitmen mendukung RTW ini baru sebanyak 466 perusahaan.
       Mekanisme pembayaran terang Sri Sudarmaji, dari PLKK yang menagihkan kepada BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga peserta atau perusahaan tidak perlu membayar terlebih dahulu . Dan itu juga sama sekali berlaku untuk biaya kontrol yang dibutuhkan menurut rekomendasi dokter.
      “Bertambahnya PLKK setelah penandatanganan MoU bersama RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo, bagi  peserta yang mendadak mengalami kecelakaan kerja, semakin cepat mendapatkan pertolongan,” pungkasnya. (Db/El)