Home Headline BPJS KETENAGAKERJAAN KUDUS BAYARKAN KLAIM RP40,96 MILIAR

BPJS KETENAGAKERJAAN KUDUS BAYARKAN KLAIM RP40,96 MILIAR

Kudus, 6/11 (beritajateng) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Kudus, Jawa Tengah, membayarkan klaim yang diajukan selama Januari hingga Oktober 2014 sebesar Rp40,96 miliar.

“Klaim yang dibayarkan meliputi jaminan hari tua, jaminan kecelakaan kerja, dan jaminan kematian,” kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Kudus Agung Maryanto ditemui usai menyerahkan klaim kepada sembilan ahli waris pekerja PT Pura Kudus yang meninggal dunia, Kamis.

Dalam penyerahan klaim kepada ahli waris tersebut, turut hadir Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kudus Budi Rahmat, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kudus Lutful dan MANAGER General Affair PT Pura Kudus Iwan Wijaya.

Dari klaim yang dibayarkan tersebut, kata dia, klaim jaminan hari tua (JHT) lebih mendominasi dengan pembayaran sebesar Rp33,97 miliar, disusul jaminan kematian (JK) sebesar Rp3,65 miliar.

Sementara pembayaran klaim jaminan kecelakaan kerja (JKK) sebesar Rp3,34 miliar.

Klaim yang dibayarkan tersebut baru sekitar 60-an persen dari anggaran satu tahun yang ditetapkan sebesar Rp98,36 miliar.

Untuk program khusus sektor jasa konstruksi yang dibayarkan tahun ini untuk program JKK nihil, sedangkan program JK terdapat satu kasus dengan jaminan sebesar Rp21 juta, sedangkan yang dianggarkan untuk program khusus tersebut sebesar Rp41,52 juta.

Terhadap sembilan ahli waris yang menerima pembayaran klaim jaminan kematian pekerja PT Pura Group Kudus yang meninggal akibat kecelakaan kerja serta meninggal biasa, dia berpesan agar memanfaatkan dana tersebut dengan sebaik-baiknya.

Dari sembilan pekerja tersebut, satu pekerja meninggal karena kecelakaan kerja sedangkan delapan pekerja meninggal biasa.

Sumiati, salah seorang ahli waris mengaku berterima kasih atas santunan yang diterima dari BPJS Ketenagakerjaan Kudus.

Setelah suaminya meninggal, kata dia, penghasilan keluarga memang berubah sehingga dirinya kini harus mencari nafkah sendiri lewat jualan makanan.

Uang tersebut, kata dia, akan digunakan untuk tambahan modal usaha serta untuk memenuhi kebutuhan keluarga. (ant/BJ)