Home News Update BPJS Kesehatan Jateng Bayar Klaim Rp.7,6 triliun Selama 2014

BPJS Kesehatan Jateng Bayar Klaim Rp.7,6 triliun Selama 2014

BPJS

Semarang, 19/1 (BeritaJateng.net) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Jawa Tengah  telah membayarkan klaim pelayanan kesehatan sebesar Rp.7,6 triliun selama tahun 2014 lalu. Klaim tersebut dibayarkan mulai dari pelayanan kesehatan tingkat pertama hingga rumah sakit.

Kepala BPJS Kesehatan Divisi Regional VI Jateng-DIY Andayani Budi Lestari mengatakan, biaya klaim kesehatan paling besar untuk pelayanan pengobatan jantung, kanker dan gagal ginjal kronis.

Hal ini dikarenakan penyakit – penyakit tersebut membutuhkan biaya perawatan dan pengobatan yang cukup besar dan berkesinambungan.

“Jantung, kanker dan gagal ginjal kronis menempati pareto paling tinggi. Karena seperti orang gagal ginjal dia harus melakukan cuci darah seminggu dua kali, dan satu kali cuci darah butuh dana Rp.1 juta belum biaya pengobatan,” ungkapnya senin (19/1/2015)

Sementara untuk klaim terbesar kedua yakni untuk penyakit – penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes serta biaya persalinan kelahiran.

Namun demikian menurutnya BPJS tidak memberikan batasan besaran klaim bagi peserta BPJS kesehatan, sesuai dengan ketentuan undang – undang BPJS.

“Tidak ada batasan, karena berapapun dana yang diklaim, maka akan dibayar oleh pemerintah. Untuk itu semua masyarakat seharusnya mendaftar untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” ungkapnya

Andayani Budi Lestari  menambahkan, hingga saat ini baru sekitar 56,4 persen masyarakat di Jawa Tengah yang telah terdaftar mnjadi anggota BPJS kesehatan.

Sedangkan badan usaha terdaftar, saat ini hampir mencapai 11.000 perusahaan dengan jumlah pekerja mencapai 1,2 juta jiwa.

“Sudah sekitar 56,4 persen di Jateng yang terdaftar, sesuai target kita. Sementara badan usaha ada 11.000 perusahaan,” ungkapnya.

Untuk tahun 2015 ini pihaknya mentargetkan untuk terus meningkatkan pelayanan BPJS kesehatan kepada masyarakat. Saat ini pihaknya telah bekerjasama dengan sedikitnya 266 rumah sakit yang ada di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

“Target kita tahun ini peningkatan layanan agar kualitas lebih baik dengan sinergi bersama instansi dan badan usaha. Rumah sakit kita ada 266 yang sudah bekerjasama,” pungkasnya. (BJ21)