Home Kesehatan BPJS “Bidik” Peserta Lansia

BPJS “Bidik” Peserta Lansia

477
0

SEMARANG, 23/3 (BeritaJateng.net) – Sistem pelayanan kesehatan di era BPJS Kesehatan mengutamakan optimalisasi di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), seperti Puskesmas, klinik pratama, maupun dokter praktek perorangan yang bekerjasama denga BPJS Kesehatan dalam menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Sehingga, FKTP bukan hanya berfungsi sebagai pembuat rujukan belaka,” ujar Direktur Kepesertaan dan Pemasaran BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari, dalam sosialisasi kepada peserta lanjut usia (lansia) anggota PWRI, LVRI dan Pepabri di Semarang, Rabu (23/3).

Andayani mengatakan, melalui mekanisme pelayanan kesehatan berjenjang ini, diharapkan FKTP dapat menjalankan perannya secara signifikan dan komprehensif.

“Kita ingin mengubah paradigma bahwa FKTP hanya tempat untuk meminta rujukan saja. Kalau bisa ditangani di Puskesmas, mengapa harus pergi ke rumah sakit? Rujukan baru dilakukan kalau direkomendasi dokter, pasien butuh penanganan spesialistik,” tegasnya.

Ketua Kerta PB PWRI Masni Rani Mochtar memberi aspresiasi kepada BPJS Kesehatan yang memberikan sosialisasi kepada para lansia. Menurut Masni, anggotanya merupakan peserta yang paling loyal karena paling lama menjadi peserta Askes.

“Keanggotaan kami rata-rata diatas 30 tahun begitu diangkat PNS. Jadi wajar jika kami disebut “bapak-ibu”-nya BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Dia meminta agar pelayanan kesehatan bagi para lansia ditingkatkan. Mereka sebagian besar sudah sulit datang ke rumah sakit, sehingga tak perlu lagi antre.

“Kami juga meminta agar pemerintah pusat dan daerah menambah rumah sakit. Jumlah dokter dan tenaga medis serta sarana-prasarana kesehatan harus ditambah, agar seluruh peserta dapat terlayani. Jangan sampai ada peserta yang jadi korban karena tak mendapat ruangan,” ujarnya.

Kepala Divre 6 BPJS Kesehatan Jateng -DIY Aris Jatmiko mengatakan, sosialisasi digelar kepada berbagai segmen peserta agar masyarakat dapat memperoleh manfaat sesuai dengan haknya dan melalui sistem prosedur yang benar. (BJ)