Home News Update BPJS : Banyak PTS di Malang Abaikan JKN

BPJS : Banyak PTS di Malang Abaikan JKN

bpjs_kesehatan

Malang, 3/3 (BeritaJateng.net) – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Malang , Jawa Timur, dr Bimantoro, mengemukakan masih banyak perguruan tinggi swasta yang mengabaikan program Jaminan Kesehatan Nasional, sehingga karyawannya belum terkover sebagai peserta BPJS Kesehatan.

“Ada beberapa kampus swasta yang sudah mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS Kesehatan, seperti Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Islam Malang (Unisma) dan satu lagi Universitas Katolik Bina Bangsa, namun tidak sedikit yang mengabaikan program tersebut,” kata Bimantoro di Malang, Selasa.

Bimantoro yang akrab dipanggil Bimo itu menjelaskan untuk karyawan dan dosen di kampus swasta, namun tercatat sebagai pegawai negeri sipil (PNS), otomatis ikut Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) karena sebelumnya yang bersangkutan sebagai peserta Asuransi Kesehatan (Askes), sehingga otomatis sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Ia mengimbau kampus swasta yang belum mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS Kesehatan, segera mendaftarkan diri, sebab sebagaimana perusahaan, kampus juga wajib mengikutkan karyawan dan dosennya pada program JKN. Jika membandel, bukan tidak mungkin dikenakan sanksi pidana.

Sanksi tersebut, lanjutnya, mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS yang menyebutkan semua perusahaan dan lembaga berbadan hukum di Indonesia wajib mengikutsertakan karyawannya dalam program JKN.

Sementara itu Rektor UMM, Prof Dr Muhajir Effendi mengatakan dosen dan karyawan yang berada di bawah naungan kampus UMM sebanyak 1.150 orang diikutsertakan dalam program BPJS kelas I dan II.

“Dengan diikutsertakannya seluruh karyawan dalam program BPJS ini, kami bertekat terus meningkatkan layanan kepada masyarakat, tidak hanya yang berada di lingkungan kampus, tapi juga di sejumlah amal usaha lainnya, seperti RS UMM, SPBU, UMM Inn maupun book store,” ujarnya.

Ia mencontohkan, RS UMM telah menambah fasilitas “Cath Lab” (catheterization laboratory) dan Juli mendatang diperkirakan dapat melayani pemasangan stent atau ring untuk penderita sakit jantung. Dan, tenaga perawat dan teknisi yang bakal menangani bidang itu sedang mengikuti pendidikan khusus, sehingga penderita sakit jantung nantinya tidak perlu pasang ring di luar negeri, cukup di RS UMM.

“Kalau untuk RS, kepesertaannya untuk melayani pasien rujukan yang menggunakan program BPJS sudah dimulai sejak Januari lalu dan untuk karyawan maupun dosen kampus diberlakukan setelah penandatanganan MoU dengan BPJS akhir pekan lalu,” kata Muhajir. (ant/Bj)