Home News Update BPCB Siap Kawal Bangunan Kuno Pasar Peterongan

BPCB Siap Kawal Bangunan Kuno Pasar Peterongan

Bangunan asli Pasar Peterongan (dok.)

Semarang, 14/11 (BeritaJateng.Net) – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng siap mengawal usaha penyelamatan bangunan kuno Pasar Peterongan Semarang yang terancam tergusur proyek revitalisasi pasar itu.

“Kalau tembusannya (surat dari Komunitas Pegiat Sejarah (KPS) Semarang ‘nyampe’, kami akan koordinasi,” kata Kepala Seksi Perlindungan, Pemeliharaan, dan Pemanfaatan BPCB Jateng Gutomo, Jumat (14/11).

Sebelumnya, KPS Semarang telah mengirimkan surat laporan perihal bangunan kuno Pasar Peterongan yang diduga cagar budaya kepada Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Dinas Tata Kota dan Permukiman (DTKP) Kota Semarang.

Bangunan kuno yang merupakan bangunan asli Pasar Peterongan dibangun pada 1916, sementara bangunan-bangunan yang ada di sekelilingnya sekarang ini merupakan pengembangan dan perluasan pasar tersebut.

KPS Semarang meminta tiga ikon di Pasar Peterongan dilestarikan, yakni bangunan kuno pasar berstruktur beton, Punden Mbah Gosang, dan Pohon Asam yang berusia ribuan tahun yang letaknya hampir menyatu.

Gutomo mengatakan, BPCB Jateng segera mengoordinasikan dengan TACB DTKP Kota Semarang terkait temuan bangunan diduga cagar budaya di Pasar Peterongan begitu mendapatkan surat tembusan dari KPS Semarang.

“Saya tidak heran kalau satuan kerja perangkat daerah yang punya gawe revitalisasi pura-pura tidak tahu tentang aturan kecagarbudayaan. Meski sudah ramai di media, kalau ditanya jawabnya tidak tahu,” katanya.

Karena itu, dia menyarankan agar Dinas Pasar Kota Semarang yang menangani proyek revitalisasi Pasar Peterongan juga ditembusi agar mengetahui permasalahan kecagarbudayaan yang diperjuangkan masyarakat.

Sementara itu, Koordinator KPS Semarang RUkardi Achmadi mengatakan pelaporan komunitas atas bangunan kuno Pasar Peterongan itu dilakukan karena proyek revitalisasi pasar tidak berwawasan budaya.

“Sudah tahu ada bangunan kuno di pasar kok mau dimusnahkan, alasannya belum terdaftar cagar budaya. Harusnya, kalau tahu ada bangunan kuno belum terdaftar, ya, kewajiban pemerintah untuk mendaftarkan,” katanya.

Pelestarian bangunan peninggalan sejarah, kata dia, bukan hanya dilindungi Undang-Undang Cagar Budaya, namun juga dilindungi UU Nomor 28/2002 tentang Bangunan Gedung dan sejumlah regulai lainnya.

“Kalau itu (bangunan kuno Pasar Peterongan, red.) dimusnahkan tanpa ada proses pendaftaran, kajian cagar budaya, dan putusan hasil kajian, tindakan itu adalah pelanggaran terhadap aturan,” tegasnya. (ant/pri)

Advertisements