Home Kesehatan BPBD Semarang Siap Penuhi Kebutuhan Air Bersih yang Kekeringan

BPBD Semarang Siap Penuhi Kebutuhan Air Bersih yang Kekeringan

63
0
Warga mengambil air yang telah didrop oleh PDAM. Selama beberapa bulan kemarau, sumur warga kering akibatnya untuk mencukupi kebutuhan sehari hari warga harus membeli air bersih.
           Semarang, 7/9 (BeritaJateng.net)  – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang siap memenuhi permintaan masyarakat terhadap kebutuhan air bersih untuk dikonsumsi selama musim kemarau.
              Kepala BPBD Kota Semarang Agus Harmunanto, Kamis (7/9) mengatakan, daerah kekeringan terhadap air bersih di Kota Semarang meliputi Kecamatan Gunungpati, Banyumanik dan Kecamatan Tembalang.
             “Tiga kecamatan ini merupakan daerah rawan terhadap air bersih selama musim kemarau,” katanya.
              Dikatakan, hingga saat ini yang sering mengajukan permintaan  bantuan air bersih adalah warga Kelurahan Rowosari Kecamatan Tembalang, dan BPBD Kota Semarang senantiasa siap untuk memenuhi permintaan air bersih kepada warganya.
              Menurutnya, selain warga Rowosari sering di drop air bersih dengan tangki PDAM, BPBD juga membuatkan tandon air bersih di wilayah Rowosari sehingga memudahkan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
              Sedangkan BPBD melalui PDAM Kota Semarang tinggal mengedrop air bersih ke bak tandon dengan kapasitas 2.000 leter air di Rowosari. “Kami baru saja juga melengkapi bak tandon untuk warga Rowosari Tembalang, sehingga memudahkan warga mendapatkan air bersih,” tambahnya.
              Selama musim kemarau, kata Agus Harmunanto, BPBD membuka posko bantuan air bersih dan bantuan terhadap musibah lainnya. “Berapa pun permintaan masyarakat terhadap air bersih, kami selalu siap,” tambahnya.
             Persediaan air bersih untuk diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan selama musim kemarau, katanya, atas kerja sama dengan PDAM Kota Semarang. “Begitu ada permintaan air bersih, BPBD siaga untuk mengirimkan bantuan air bersih,” tambahnya.
             Dikatakan, BPBD Kota Semarang senantiasa melakukan kerja sama dengan PDAM untuk memenuhi kebutuhan air bersih kepada mereka yang berhak meminta bantuan, yang ditujukan ke BPBD.
              Agus Harmunanto memprediksi puncak musim kemarau berlangsung hingga sampai antara akhir Oktober hingga awal Nopember 2017, sehingga selama ini, BPBD selalu siaga untuk memenuhi permintaan warga Kota Semarang terhadap kebutuhan air bersih, sehingga membuka posko selama 24 jam.
              Selama musim kemarau, ia juga mengingatkan kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap masalah kebakaran. Sebab, pada musim kemarau juga sensitif terhadap masalah kebakaran. Tetapi, masalah kebakaran sudah ada yang menangani yaitu Dinas Pemadam Kebakaran.
            “Tetapi, kami senantiasa koordinasi dengan dinas terkait,” tambahnya. (El)