Home Lintas Jateng BPBD Disiagakan Antisipasi Banjir

BPBD Disiagakan Antisipasi Banjir

BPBD JATENG

Solo,21/1 (BeritaJateng.net)– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta, kini siaga penuh, seiring meningkatnya curah hujan di Solo dan daerah sekitarnya dalam beberapa hari belakangan ini.

“Sejumlah posko pemantauan dioptimalkan penuh untuk mengantisipasi banjir di berbagai wilayah, karena belakangan ini curah hujan terus meningkat. Ya kami tidak hanya mewaspadai Sungai Bengawan Solo, tetapi juga seluruhnya yang ada di kota ini,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Surakarta Eko Nugroho, di Solo Rabu.

Ia mengatakan, ada tiga posko yang disiagakan selama 24 jam, yakni Gading, Pedaringan dan Kota Barat. Masing-masing posko tersebut akan dimaksimalkan sebagai titik koordinasi penanggulangan bencana di wilayah sekitarnya.

Dikatakan dalam hal ini juga telah memberikan pendidikan dan pelatihan kebencanaan terhadap anggotanya. “Kami juga selalu berkomunikasi dengan BPBD se-Jateng dan pemprov. Bahkan kondisi di masing-masing daerah bisa dipantau langsung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan gubernur. Komunikasi dengan BPBD se-eks Karesidenan Surakarta juga sering dilakukan”.

Eko mengatakan bahwa, BPBD telah menetapkan 23 wilayah kelurahan rawan banjir pada November 2014. Wilayah-wilayah tersebut tersebar di lima kecamatan.

Ia mengatakan merujuk data tersebut, Kecamatan Jebres merupakan daerah dengan tingkat kerawanan yang lebih besar dibanding daerah lain.

Sebanyak enam kelurahan dari total 11 kelurahan di Jebres telah dikategorikan rawan banjir. Adapun Kecamatan Laweyan terhitung paling aman, lantaran hanya tiga kelurahan dari 11 kelurahan yang berpotensi kebanjiran.

“Wilayah Gandekan (Kecamatan Jebres) memang menjadi wilayah yang paling diwaspadai. Selain letaknya paling rendah dibanding wilayah lain, tanggul sungai di daerah itu juga tidak lebih tinggi dari wilayah lainnya,” katanya.

Eko mengatakan saat ini tinggi muka air (TMA) Bengawan Solo dan sungai lain masih tergolong normal. Bahkan TMA Waduk Gajah Mungkur (WGM) yang menjadi salah satu acuan juga dinyatakan aman, karena masih berada di level satu.

“Ya meski demikian, kami tetap siaga guna mengantisipasi hal-hal buruk. Sudah ada dana dari BNPB sekitar Rp 137 juta, untuk pemantauan dan penanganan bencana,” katanya. (ant/BJ)