Home Kesehatan BPBD Blora Mulai Droping Air Bersih

BPBD Blora Mulai Droping Air Bersih

867
0
BPBD Blora Mulai Droping Air Bersih
       BLORA, 5/8 (BeritaJateng.net) –  Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) kabupaten Blora mulai melakukan pendistribusian bantuan air bersih ke sejumlah daerah. Setidaknya sudah ada 3 kecamatan yang mulai di droping bantuan air karena sudah mulai kekurangan air bersih. Ketiganya adalah kecamatan jati, Banjarejo dan Randublatung. Droping air sendiri akan dilakukan secara bergantian ke daerah-daerah yang mengalami kekeringan.
       Kepala Pelaksana (Kalak) Badan penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora Sri Rahayu mengatakan, informasi BMKG bahwa wilayah Blora kini sudah memasuki musim kemarau, dan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus dan September.
       Dari data BPBD Blora, desa yang berpotensi kekeringan di semua wilayah Blora ada 146 desa, yang berada di Kecamatan Jati 12 desa, Randublatung 7 desa, Kedungtuban 5 desa, Sambong 8 desa, Cepu 7 desa, Jiken 11 desa, Jepon 16 desa, Bogorejo 12 desa, Blora 16 desa, Banjarejo 13 desa, Tunjungan 10 desa, Ngawen 9 desa, Japah 9 desa dan Kunduran 11 desa. ‘’Hanya dua kecamatan yang tidak mengalami kekeringan yakni Todanan dan Kradenan tidak ada desa yang berpotesi kekeringan,’’ ujarnya.
       Untuk droping tahun ini BPBD Blora sudah menyiapkan untuk menghadapi kekeringan, dengan menyiapakan 500 tangki air. Dari persediaan air tahun ini terbilang lebih banyak dari tahun lalu. Sebab tahun lalu hanya ada 300 tangki air untuk droping air. Karena diprediksikan tahun ini kemarau lebih pajang makanya kuota airnya diperbanyak.
        Kalaupun dari persediaan air ini tidak bisa tersalurkan menurut Yayuk anggaran untuk droping air sebanyak Rp 125 juta akan dikembalikan kepada pemkab Blora. Tapi kalaupun dari 500 tangki kurang dari BPBD akan mengajukan kepada bupati adanya kekurangan. ‘’Atau nanti dari masyarakat atau lembaga lain akan ikut membantu droping air,’’ pungkasnya.
(MN/El)