Home Lintas Jateng BP2KL Akan Hidupkan Kembali Destinasi Wisata Kota Lama Semarang

BP2KL Akan Hidupkan Kembali Destinasi Wisata Kota Lama Semarang

818
Tim BP2KL yang diketuai oleh Hevearita Gunaryanti Rahayu melakukan tinjauan lapangan untuk melihat kondisi sekaligus melakukan 'mapping' bangunan kota lama Semarang.

**Tim BP2KL Tinjau Bangunan Kota Lama 

Semarang, 10/4 (BeritaJateng.net) – Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BP2KL) yang diketuai oleh Hevearita Gunaryanti Rahayu berkeliling melihat kondisi sekaligus melakukan ‘mapping’ beberapa bangunan kuno untuk kembali difungsikan menjadi destinasi wisata di Kotalama Semarang.

“Bangunan-bangunan tersebut awalnya living heritage, akan kita hidupkan sebagai triger untuk pengembangan sebagai destinasi wisata,” kata Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Dalam pantauan itu, tim menyusuri semua jalanan di Kota Lama. Ita–sapaan Hevearita juga menyempatkan diri bertemu dengan sejumlah penghuni Kota Lama termasuk mereka yang menempati kawasan itu dan mendirikan bangunan kumuh.

Salah satu bangunan yang dikunjungi yakni gedung tua milik raja gula Oie Tiong Ham, yang berada di Jalan Kepodang 1113. Kondisinya memang terlihat kumuh lantaran disisi ruang Jalan Kepodang diperuntukan untuk jual beli dan  sabung ayam.

“Sebenarnya bangunan ini masih terawat, semua masih orisinil dan terjaga. Sangat bagus untuk dihidupkan kembali menjadi fungsi destinasi wisata,” ujar perempuan kelahiran Semarang, 4 Mei 1966 ini.

Ita yang didampingi sang pemilik gedung, Agus S. Winarto, berkeliling menyusuri semua ruangan gedung yang terdiri dari dua lantai. Takjub dan bangga, lantaran sang pemilik rupanya merawat dengan baik dimana akan mengecat kembali dan menata ruangan-ruangan yang akan dijadikan mini museum batik dan workshop batik.

“Gedung ini dulu pusat administrasi eksport import Oei Tiong Ham, pernah dipakai oleh beberapa perusahaan. Saat ini kosong kita bersihkan dan akan saya fungsikan menjadi edukasi batik diantaranya mirip museum batik, workshop, pameran dan pelatihan membatik,” ujar Agus S. Winarto.

Agus yang juga anggota BP2KL, berkeinginan jika Jalan Kepodan bisa ditata sesuai peruntukannya dan tak terlihat kumuh. Bahkan akan menjadi tempat menarik untuk berjalan-jalan jika ditata rapi. “Gedung milik saya saya dedikasikan bagi batik, kalau bisa Jalan Kepodang ditata, nanti bisa diperuntukan untuk pameran batik dan fashion show batik berjalan,” bebernya.

Bangunan lainnya yang dikunjungi Tim BP2KL yakni pabrik rokok Praoe Lajar, gedung bekas Koramil di Jalan Cendrawasih no 10, Bekas SMA Teknik depan Poldeer Tawang, dan sebuah gedung di Jalan Taman Garuda.

Lebih lanjut Ita mengatakan, Kota Lama akan dijadikan sebagai tempat wisata yang menarik bagi pelancong dengan dibuat kluster destinasi agar optimal. Hal yang utama dilakukan adalah membuat kawasan itu bersih dari bangunan kumuh sehingga membuat nyaman pengunjung.

“Nanti PKL itu akan kami tata agar rapi, sementara hal-hal yang negative akan kami buang dari kawasan ini. Setelah pantauan ini, kami akan menggelar rapat untuk mapping dan membuat standar operasional procedure (SOP) sebagai langkah yang benar bagaimana melakukan penataan di Kota Lama,” terangnya.

Selain melakukan penataan kawasan, pengoptimalisasian bangunan-bangunan Kotalama terus didata. Saat ini, dari data yang telah dihimpunnya, sebanyak 15 dari 121 bangunan Kota Lama mengalami kerusakan. Empat diantaranya yang dikunjungi akan dioptimalkan pertama kali.

“Seperti di Praoe Lajar, tak hanya sebatas produksi rokok, tapi pelancong bisa melihat bagaimana proses produksi dan belajar tentang sejarah pabrik rokok legendaris ini. Sudah kami datangi semua pemiliknya dari bangunan yang mangkrak itu, dan mereka siap untuk membenahi,” katanya. (Bj05)