Home Headline Boris Nemtsov Ditembak Mati

Boris Nemtsov Ditembak Mati

396
0
Boris Nemtsov
Boris Nemtsov
Boris Nemtsov

Moskow, 28/2 (Beritajateng.net) – Boris Nemtsov, pengritik tersohor Presiden Vladimir Putin dan peran Rusia dalam kemelut Ukraina, ditembak empat kali oleh penyerang di bagian belakangnya hingga mati.

Nemstsov, 55 tahun, ditembak penyerang mengendarai mobil putih ketika berjalan melintasi jembatan di sungai Moskow di bagian tengah Moskow dengan seorang wanita, yang tak terluka, sebelum tengah malam Jumat, kata polisi.

Polisi menutup jembatan itu, tempat ceceran darah Nemstsov masih terlihat. Tempat kejadian tersebut, dekat dengan dinding merah Kremlin dan Lapangan Merah, selama dua jam setelah pembunuhan itu mirip suasana Rusia pada 1990-an setelah keruntuhan Uni Soviet komunis.

Nemtsov, mantan wakil perdana menteri yang takut dibunuh, adalah tokoh oposisi paling tersohor, yang dibunuh ketika Putin telah berkuasa 15 tahun. Kremlin mengelak disalahkan dan pemerintah mengatakan segala usaha harus dilakukan untuk menemukan pembunuhnya.

Putin mengutuk pembunuhan brutal itu dan memerintahkan investigasi di bawah kendali pemerintah, dengan mengatakan hal itu bisa jadi pembunuhan kontrak dan “provokasi” menjelang protes oposisi yang akan dipimpin Nemtsov pada Minggu.

Setelah pembunuhan itu, perhatian berfokus pada perlakuan keras atas para penentang Kremlin dalam periode ketiga pemerintahan Putin. Selama itu beberpa pengeritik terkemuka telah dijebloskan ke dalam penjara atau melarikan diri ke luar negeri menyusul pawai massa terhadap bekas mata-mata KGB itu tiga tahun lalu.

“Seorang pemimpin oposisi bisa ditembak di samping dinding Kremlin tak bisa dibayangkan. Hanya ada satu versi: bahwa ia ditembak mati karena dia mengatakan kebenaran,” kata Mikhail Kasyanov, seorang pemimpin oposisi dan mantan perdana menteri di bawah Putin, mengatakan di TKP.

Sejauh ini tak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab dan mantan Presiden Soviet Mikhail Gorbachev berhati-hati dalam membuat simpulan.

“Pihak-pihak tertentu akan berusaha menggunakan pembunuhan itu untuk kepentingan mereka. Mereka berfikir bagaimana mengenyahkan Putin,” kata dia.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyerukan investaigasi transparan untuk menjamin mereka yang bertanggung jawab segera dibawa diadili atas pembunuhan keji itu. (ant/BJT1)