Home Ekbis Bongkar Muat di TPKS Semarang Terus Meningkat

Bongkar Muat di TPKS Semarang Terus Meningkat

Semarang, 2/1 (Beritajateng.net) – Volume bongkar muat kontainer di Terminal Peti Kemas Semarang, Jawa Tengah, terus meningkat dalam kurun waktu enam tahun terakhir, kata General Manager TPKS Iwan Sabatini.

“Kalau pada kurun waktu lima tahun antara 2009 hingga 2013 pertumbuhan rata-rata setiap tahun antara 5-10 persen, sedangkan dari 2013 ke 2014 pertumbuhannya mencapai 15 persen,” katanya di Semarang, Jumat.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak lepas dari semakin tingginya volume pengiriman dari Semarang ke sejumlah negara. Untuk tahun ini, volume tertinggi terjadi pada bulan Mei yaitu saat terjadi musim panas di negara barat di antaranya Australia dan Amerika Serikat.

Berdasarkan jumlah kapal, menurut data TPKS pada sepanjang waktu 2009 jumlah kapal mencapai 560 kapal, 2010 sebanyak 573 kapal, 2011 sebanyak 596 kapal, 2012 sebanyak 528 kapal, 2013 sebanyak 566 kapal, dan pada tahun 2014 ini mencapai 662 kapal.

Sedangkan untuk volume bongkar muat kontainer atau peti kemas pada tahun 2009 jumlahnya mencapai 219.332 boks atau 356.461 teus, tahun 2010 mencapai 236.245 boks atau 384.522 teus, 2011 mencapai 265.478 boks atau 427.468 teus, 2012 mencapai 286.405 boks atau 457.055 teus, tahun 2013 mencapai 311.525 boks atau 498.703 teus, dan pada tahun 2014 ini mencapai 359.135 boks dengan kapasitas 575.670 teus.

TPKS juga sudah menargetkan angka pertumbuhan volume bongkar muat hingga tahun 2018 mendatang. Untuk tahun 2015 ini jumlah boks mencapai 342.773 dengan kapasitas 548.371 teus, tahun 2016 mencapai 411.279 boks dengan muatan 658.045 teus, tahun 2017 mencapai 493.535 boks dengan muatan 789.654 teus, dan tahun 2018 target jumlah boks mencapai 592.242 boks dengan muatan 947.585 teus.

Pihaknya mengaku optimis bisa memenuhi target tersebut mengingat saat ini sudah melakukan sejumlah upaya perbaikan salah satunya penambahan fasilitas bongkar muat.

Sepanjang tahun 2014 lalu pihaknya sudah menambah beberapa alat besar di antaranya traktor lapangan 10 unit dan reach stacker 3 unit. Sedangkan untuk tahun ini, akan ada penambahan alat container crane sebanyak 2 unit, automatic RTG sebanyak 11 unit, dan side loader sebanyak 1 unit.

Alat-alat tersebut berfungsi untuk memudahkan penyusunan peti kemas baik yang bermuatan maupun kosong di lapangan penumpukan TPKS serta memindahkan peti kemas dari lapangan penumpukan ke truk pengangkut. (ant/BJ)