Home Headline Bom Rakitan Meledak, Lima Jari Hilang

Bom Rakitan Meledak, Lima Jari Hilang

Ilustrasi

Semarang, 13/12 (BeritaJateng.net) – Senjata makan tuan, mungkin demikian perumpamaan yang tepat atas apa yang dialami oleh Suratman, Warga Desa Kongkong RT 4 RW 4 Kelurahan Ngadirgo, Kecamatan Mijen, Semarang.

Pria berusia 55 tahun itu kehilangan lima jarinya setelah rakitan bom berbahan belerang yang dia buat meledak dan melukai dirinya. Beruntung, peristiwa tersebut tak sampai merenggut nyawanya.

Berdasarakan keterangan yang dihimpun, rencananya bom itu akan digunakan korban untuk memecahkan sebuah batu yang besar. Diduga karena kurang hati-hati bom tersebut meledak sebelum waktu yang diperkirakan.

Kapolsek Mijen Semarang, Kompol Sapari menyatakan berbekal bom yang berbahan belerang itulah korban bermaksud memecah bongkahan batu besar di sebuah kebun yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

“Jadi insiden itu terjadi hari Kamis (10/12) lalu, dia membuat bahan peledak sendiri berbahan belerang. Dia melubangi batu dan memasukan bahan peledak. Namun saat dinyalakan ternyata bom atau mercon rakitannya itu meledak lebih cepat,” kata Kapolsek, Minggu (13/12).

Selain kehilangan lima jarinya, korban juga mengalami luka di bagian wajah dan dada, akibat terkena serpihan batu sesaat setelah bom meledak. Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Tugu Semarang.

Terkait proses penyelidikan dikatakan Sapari, pihaknya sudah meminta keterangan sejumlah saksi, mulai dari keluarga korban, warga sekitar, hingga melakukan penggeledahan di rumah korban.

“Rumah sudah kami geledah, tapi tidak ditemukan belerang yang akan digunakan untuk bahan peledak,” tambahnya.

Sementara, polisi juga sudah menyita sejumlah barang bukti berupa pecahan batu yang bercampur belerang.

“Kami masih akan meminta keterangan dari korbang langsung, setelah kondisinya sudah benar-benar memungkinkan. Karena kegiatan merakit bom itu jelas melanggar,” tegas Kapolsek. (Bjt02)