Home Headline BNNP Jawa Tengah Musnahkan 10 Kilogram Ganja

BNNP Jawa Tengah Musnahkan 10 Kilogram Ganja

99
0
BNNP Jawa Tengah Musnahkan 10 Kilogram Ganja
        Semarang, 1/11 (BeritaJateng.net) – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah, Rabu (1/11) siang, memusnahkan barang bukti ganja asal Aceh seberat 10 Kilogram. Barang bukti tersebut disita dari tiga tersangka bernama Sadam Husein warga Kediri, Supriyanto warga Malang Jawa Timur dan seorang pengendali Agus Santoso, Napi Lapas Porong.
          Sebelum dilakukan pemusnahan barang bukti ganja terlebih dulu diteliti oleh petugas laboratorium forensik yang disaksikan oleh Pejabat terkait dari Kejaksaan Tinggi, Badan Pom dan BNNP Jateng.
            Setelah dinyatakan positif ke dua barang bukti tersebut kemudian bakar dengan menggunakan tungku yang sudah di campur sengan solar dan bensin.
           Pemusnahan ini dilakukan sesuai undang-undang PP nomor 40 tahun 2013 yang sudah berkekuatan hukum tetap.
          “Inilah fakta yang ada suplay narkotika termasuk jenis ganja masih cukup marak dengan berbagai modus operandi yang mereka lakukan. Kami dari BNNP Jawa Tengah terus berupaya semaksimal dengan mengajak seluruh komponen untuk mewaspadai peredaran narkotika,” ungkap Kepala BNNP Jateng Brigjen Tri Agung Heru P. saat pemusnahan barang bukti ganja di Kantor BNNP Jateng, Rabu (1/11) siang.
          Dalam pemusnahan barang bukti ganja juga disaksikan 3 orang tersangka, yakni Sadam Husein, supriyanto dan seorang pengendali agus santoso, yang merupakan seorang napi lapas kelas 1 Surabaya di Porong Sidoarjo, Jawa Timur.
BNNP Jawa Tengah Musnahkan 10 Kilogram Ganja

Kepala BNNP Jateng Brigjen Tri Agung Heru P menambahkan  pemusnahan ini dilakukan oleh pihaknya dan juga pihak terkait seperri kejaksaan, labfor, dinas kesehatan, dan Balai besar POM agar tidak timbul curiga dari masyatakat kalau barang tersebut hilang atau berkurang.

           “Pengungkapan ini merupakan kerjasama terpadu, yang dikendalikan seorang napi sidoarjo, tersangka kita ambil berkat koordinasi dan kerjasama yang baik,” tuturnya.
          Guna melengkapi berkas penyidikan, para tersangka saat ini masih mendekam di ruang tahanan BNNP Jateng. Mereka dijerat pasal 114 no 35 tahun 2009 tentang narkotika, ancaman hukuman maksimal mati atau seumur hidup.
          “Harapan untuk penegakan hukum untuk lebih tegas lagi terutama bagi bandar dan pengedar narkotika,” tegasnya.
          Pengungkapan kasus ini berawal saat petugas mendapatkan informasi pengiriman Ganja seberat 10 Kilogram melalui Kantor Pos. Dari penyelidikan petugas BNNP Jawa Tengah, Senin (9/10) mendapati dua orang mengambil dua paket. Saat di tangkap dan dilakukan pemeriksaan ternyata didapati 20 paket ganja yang di bungkus kopi. Dalam tiap bungkus kopi, terdapat ganja kering masing-masing 500 gram. (Nh/EL)

Pelaku pengedar ganja dari Aceh.