Home Headline BNNP Jateng Ungkap Pencucian Uang Peredaran Narkotika Napi Senilai Rp. 4,8 M

BNNP Jateng Ungkap Pencucian Uang Peredaran Narkotika Napi Senilai Rp. 4,8 M

BNNP Jateng Ungkap Pencucian Uang Peredaran Narkotika Napi Senilai Rp. 4,8 M

SEMARANG, 4/2 (BeritaJateng.net) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah mengungkap kasus dugaan tindak pidana pencucian uang jaringan narkotika yang dikendalikan Christian Jaya Kusuma alias Sancai, seorang narapidana dilapas Batu Nusakambangan, Cilacap.

“Pengungkapan ini petugas mengamankan uang Rp. 4,8 miliar yang diduga hasil bisnis narkoba jaringan sancai dan seorang tersangka bernama Deden Wahyudi alias Dandi Kosasih berperan sebagai pengepul uang hasil bisnis narkotika,” ungkap Kepala BNN Provonsi Jawa Tengah Brigjen Pol. Muhammad Nur saat rilis di Kantor BNNP Jateng, Senin (4/2).

Tersangka Deden, ditangkap saat sedang melakukan transaksi di salah satu bank di Lempuyangan, Gondokusumo, Kota Yogyakarta.

Petugas kemudian melakukan pengembangan di tempat kos tersangka di Bausasran, Kota Yogyakarta, petugas mengamankan uang tunai sebesar Rp 1,5 miliar serta 53.000 dolar Singapura. Serta empat buku tabungan di empat bank yang berbeda dengan jumlah Rp. 2,7 miliar atas nama tersangka.

“Empat rekening tabungan yang tersimpan di Bank berbeda atas nama tersangka,” ujarnya.

BNNP Jateng Ungkap Pencucian Uang Peredaran Narkotika Napi Senilai Rp. 4,8 M

Dalam pembuatan rekening, pelaku menggunakan modus baru, yakni dengan menggunakan KTP palsu, dengan tujuan untuk mempersulit dalam pelacakan. Keempat rekening masing-masing bank Mandiri, BCA, BNI dan BRI.

“Pelaku menggunakan identitas ganda yang tercatat resmi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang dipakai untuk membuka rekening di bank,” tambahnya.

Diduga uang miliaran rupiah tersebut merupakan milik gembong narkoba Christian Jaya Kusuma alias sancai yang saat ini mendekam di Lapas Batu Nusakambangan, Cilacap, dengan total hukuman 24 tahun penjara.

Gembong narkotika dikenal cukup licin. Sebelumnya TPPU jaringan sancai pernah diungkap satgas TPPU BNNP Jateng sebanyak dua kali, salah satunya pada tahun 2018 melibatkan Kepala Rutan Purworejo berinisial CAS.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. BNN sendiri saat ini masih mengejar pelaku lain yang diduga sebagai pengendali tersangka Deden Wahyudi. (Nh/El)