Home Lintas Jateng BNNP Jateng Sosialisasikan Stop Narkoba Bagi Pengelola Tempat Hiburan Hingga Pelajar

BNNP Jateng Sosialisasikan Stop Narkoba Bagi Pengelola Tempat Hiburan Hingga Pelajar

Semarang, 18/2 (BeritaJateng.net) – Sosialisasi bagi pengelola dan pemilik tempat hiburan terkait penyalahgunaan narkoba sangat penting dilakukan mengingat tempat yang paling rentan dimasuki barang haram tersebut adalah tempat hiburan.

Penanggulangan masalah narkotika tidak bisa dilakukan sendiri, perlu adanya kerjasama dengan pengelola maupun pemilik tempat hiburan.

Dalam rangka pembukaan rangkaian Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) 2016, Badan Narkotika Nasional (BNNP) Jawa Tengah tidak lepas dari keikutsertaan masyarakat, dan instansi pemerintah. Kegiatan yang sekaligus melaunching Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat 2016 ini juga turut mengundang pengelola tempat hiburan kota Semarang, di Hotel Grasia, Kamis (18/2).

Pengelola tempat hiburan yang hadir, diantaranya Baby Face Karaoke, E-Plaza, Executive Club Karaoke, Family Fun Karaoke Pandanaran, Happy Puppy Karaoke, dan Inul Vista Tahmrin.

Seperti yang diketahui negara ini sudah dalam situasi darurat narkoba. Untuk itu bangsa ini juga serius dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba. Hampir 1 juta orang terlibat dan tidak mengenal usia. Mereka menjadi sasaran penjualan pil koplo bagi para sindikat narkoba.

Jenis obat-obatan keras dengan jumlah dosis besar menjadi ancaman bagi masyarakat, terlebih yang memiliki jabatan tinggi, mereka sangat rentan untuk menggunakan narkoba.

Kepala BNNP Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol Drs. Amrin Remico,.MM saat membuka acara ini mengucapkan permintaan maafnya karena melakukan razia pada tempat-tempat hiburan. Pihaknya juga mengatakan melakukan hal tersebut atas nama Undang-Undang.

“Setuju gak kira-kira ? Jika Owner tempat hiburan kami buatkan himbauan dilarang keras dalam menggunakan narkoba,” tanya Remico kepada pengelola tempat hiburan yang hadir.

Remico menuturkan jika peserta yang hadir belum semuanya tahu bahwa narkoba saat ini juga sudah masuk ke sekolah-sekolah.
buy levitra online nouvita.co.uk/wp-content/languages/new/levitra.html no prescription

Pihaknya mengingatkan agar lebih waspada karena narkoba sudah begitu massif.

Dari 16 tempat hiburan yang hadir, BNNP mengajak pengelolanya untuk membuat  himbauan di pintu-pintu masuk maupun ruangan agar dilarang menggunakan narkoba, dilarang minum-minuman keras dan hal-hal lain yang sifatnya merusak moral.

“Kami tidak lepas dari instansi pemerintah. Walaupun kami instansi vertikal, kami selalu melaporkan kegiatan kepada Gubernur Jawa Tengah. Karena kegiatan ini menyangkut moral masyarakat provinsi Jawa Tengah,” tutur Remico.

Pihak BNNP Jateng juga akan memperluas kegiatan serupa hingga ke kota Solo. Tujuannya, menciptakan suasana sehat, nyaman, dan yang terpenting mensosialisasikan kegiatan stop narkoba.

“Paling tidak kami mendukung program ini dan siap melaksanakannya. Logo stop narkoba merupakan himbauan langsung dari Pak Budi Waseso, selaku kepala BNN RI. Ada yang dalam tulisan maupun video, semuanya untuk mengkampanyekan anti narkoba,” terangnya.

Senada, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Susanto., SH., MM juga mengungkapkan jika sosialisasi antinarkoba bagi pemilik dan pengelola tempat hiburan Kota Semarang ini sekaligus acara launching dimulainya kegiatan bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat BNNP Jateng.

“Launching ini untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa tahun ini bidang pencegahan dan pemberdayaan mengadakan program himbauan larangan narkoba di tempat-tempat hiburan,” jelas Susanto.

Bahkan tidak hanya di tempat hiburan, di sekolah pun BNNP jateng juga memiliki sosialisasi program P4GN bagi anak usia dini yang diterapkan pada saat penerimaan siswa baru.
buy singulair online nouvita.co.uk/wp-content/languages/new/singulair.html no prescription

Menurut Susanto, pembangunan karakter baiknya sudah dilakukan sejak anak di dalam kandungan, usia tiga bulan, empat bulan hingga masa-masa emas seorang anak. Ibu sebagai orang tua harus bersikap yang terbaik hingga bisa membina anaknya tumbuh dewasa tanpa narkoba.

“Kami hadir di sekolah TK, SD, SMP dan SMA juga memiliki skala prioritas bagi pelajar.
buy zithromax online nouvita.co.uk/wp-content/languages/new/zithromax.html no prescription

Meskipun siswa TK dan SD persentasinya sedikit terkait penyalahgunaan narkoba bukan berarti kami mengabaikannya,” ujar Susanto saat diwawancarai usai acara sosialisasi.

Susanto menambahkan bahwa pada dasarnya tempat hiburan juga dibutuhkan, hanya saja banyak oknum yang penyalahgunakan tempat tersebut.

“Setiap individu memiliki peran dan cara masing-masing sesuai tempat dan latar belakangnya. Stop narkoba di sekolah-sekolah, hal ini perlu diwaspadai supaya anak-anak kita tidak terkena imbas dari narkoba,” pungkasnya. (BJT01)