Home Headline BNNP Jateng Musnahkan Barang Bukti 800 gram Sabu yang Diselundupkan Dalam Sandal

BNNP Jateng Musnahkan Barang Bukti 800 gram Sabu yang Diselundupkan Dalam Sandal

161
0
BNNP Jateng Musnahkan Barang Bukti 800 gram Sabu yang Diselundupkan Dalam Sandal
          Semarang, 7/12 (BeritaJateng.net) – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah Kamis (7/12) siang memusnahkan barang bukti Narkotika jenis sabu dari seberat 800 gram, yang diselundupkan melalui sandal wanita.
            Barang bukti tersebut disita dari tangan dua tersangka Dedi Kenia Setiawan Warga Susukan, Kabupaten Semarang dan Cristian Jaya Kusuma alias Sancai, seorang narapidana Lapas Pekalongan.
            Kepala BNNP Jawa Tengah menjelaskan Sabu hasil pengungkapan BNNP Jateng pada pertengahan november lalu, dimusnahkan dengan cara di larutkan dalam cairan dan deterjen, setelah berkekuatan hukum tetap.
          “Pemusnahan ini sesuai undang-undang pp nomor 40 tahun 2013 yang sudah berkekuatan hukum”, ujarnya.
BNNP Jateng Musnahkan Barang Bukti 800 gram Sabu yang Diselundupkan Dalam Sandal

Sebelumnya, petugas labfor melakukan pengujian terhadap sejumlah sabu yang diambil dari barang bukti yang ada. Setelah dilarutkan bersama diterjen, cairan campuran tersebut kemudian dibuang ke dalam septic tank.

           “Pengungkapan jaringan ada terkaitan pengendali lapas di Lp Pekalongan, barang dari Aceh di bawa kurir dua orang wanita dengan menggunakan sandal. Sandal di gunakan menyimpan sabu. Mereka menggunakan jalur udara dengan menggunakan pesawat”, tegasnya.
            Barang bukti sabu merupakan hasil pengungkapan petugas BNNP Jateng. Sabu asal Aceh seberat 800 gram disembunyikan di dalam sol sandal wanita. Dari pengungkapan kasus ini petugas mengamankan dua tersangka satu diantaranya merupakan napi dari lapas pekalongan sebagai pengendali. Kedua tersangka yakni Dedi Kenia Setiawan Warga Susukan, Kabupaten Semarang dan Cristian Jaya Kusuma alias Sancai, seorang narapidana Lapas Pekalongan.
             Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan undang-undang nomor 35 tahun 2009 pasal 112, 114 dan 132 dengan ancaman maksimal hukuman mati. Untuk menekan peredaran narkoba, petugas BNNP Jateng akan  terus melakukan pengawasan peredaran narkoba yang akan masuk ke wilayah Jawa Tengah. (Nh/El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here