Home Headline BNNP Jateng Musnahkan 2,3 Kilogram Sabu dan Ekstasi

BNNP Jateng Musnahkan 2,3 Kilogram Sabu dan Ekstasi

355
BNNP Jateng Musnahkan 2,3 Kilogram Sabu dan Ekstasi

Semarang, 14/3 (BeritaJateng.net) – Badan Narkotika Nasional Propinsi Jawa Tengah memusnahkan 2,3 Kilogram sabu dan 342 butir ekstasi. Barang bukti  hasil ungkap di dua wilayah di Jepara dan di Klaten pada bulan Februari lalu dikendalikan oleh napi yang mendekam di Lapas Klaten dan Lapas Kedungpane Semarang.

Pengungkapan dua jaringan peredaran narkotika dilakukan  pada waktu berbeda. Untuk diwilayah Jepara pengungkapan pada tanggal 13 Februari petugas BNNP Jateng berhasil mengamankan 3 tersangka bernama Jati Wibowo alias Klowor,  Muhammad Subiantoro alias Ngacir, dan seorang narapidana bernama Muzaidin, sebagai pengendali  dengan barang bukti 250 gram sabu dan 342 ekstasi.

Sementara untuk jaringan Klaten pengungkapan kasus di exit toll Pejagan, Kabupaten Brebes, pada 25 Februari 2019 lalu. Dari pengungkapan tersebut dua tersangka bernama Istiawan  dan Supraya diamankan dilokasi dengan Barang bukti berupa 2,2 kilogram dalam kemasan teh China ikut disita. Dari hasil penyelidikan peredaran jaringan klaten dikendalikan oleh Dwi Ardiansyah seorang napi di Lapas Klaten.

BNNP Jateng Musnahkan 2,3 Kilogram Sabu dan Ekstasi

Pemusnahan barang haram itu, dilakukan di halaman kantor BNNP Jawa Tengah, di kawasan Jalan Madukoro Semarang dengan cara dimasukkan ke dalam mesin incinerator.

Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Muhammad Nur mengatakan enam tersangka dari dua jaringan pengedar narkotika tersebut ikut menyaksikan langsung saat barang bukti dimusnahkan melalui mesin incinerator.

“Hari ini BNNP Jateng kembali memusnahkan barang bukti sabu dan ekstasi yang disita dari jaringan Klaten dan Jepara. Total sabu yang dimusnahkan mencapai 2.368 gram, sedangkan  ekstasi sebanyak 342 butir,” ujarnya.

BNNP Jateng Musnahkan 2,3 Kilogram Sabu dan Ekstasi

Wilayah Jateng merupakan jalur merah peredaran narkotika dan setidaknya sejak Januari hingga Februari 2019 sudah ada dua pengungkapan jaringan pengedar narkotika dikendalikan oleh narapidana.

“Barang bukti ini kami musnahkan setelah ada persetujuan dari kejaksaan dan sesuai ketentuan undang-undang. Sebelumnya kami telah sisihkan untuk uji laboratorium dan pembuktian di persidangan,” tambahnya. (Nh/El)