Home Headline BNNP Jateng Kembali ungkap Peredaran Narkotika Dikendalikan Seorang Napi

BNNP Jateng Kembali ungkap Peredaran Narkotika Dikendalikan Seorang Napi

346

Semarang 26/02 (Beritajateng.net) – Badan Narkotika nasional (BNN) Propinsi Jawa Tengah, mengungkap peredaran narkotika, yang melibatkan seorang napi lapas kelas I Semarang sebagai pengendali. Dari pengungkapan ini, petugas BNNP Jateng berhasil mengamankan tiga tersangka satu diantaranya seorang napi.

Ketiga tersangka yang berhasil diamankan masing masing bernama JD (30) tahun warga pedurungan semarang, ALF (27) tahun warga banyumanik, semarang dan Harry Kurniawan warga binaan lapas kelas I Semarang.

“Pengungkapan ini berawal tertangkapnya dua tersangka tersangka yakni jd dan alf di jalan Sendang Utara, Gemah, Pedurungan Kota Semarang. Keduanya berhasil diamankan petugas BNNP jateng, saat keduanya, sedang transaksi serah terima narkotika. Dari pengledahan tersangka, petugas menemukan bungkusan berisi narkotika jenis sabu”, Ungkap Brigjen Benny Gunawan Kepala BNNP Jateng

Dari pengembangan petugas di rumah kos tersangka ALF, petugas mendapati paket sabu siap edar dengan jumlah total 126,21 gram dan paket berisi 42 butir ekstasi. Dari pemeriksaan tersangka ALF diketahui bahwa dirinya di perintah oleh Harry Setiawan, napi dari lapas semarang.

Mendapati adanya peredaran narkotika yang dikendalikan dari dalam lapas, petugas BNNP Jateng berkoordinasi dengan Kepala Lapas kelas I Semarang, untuk mengamankan Harry. Meski sudah melakukan secara maksimal sesuai sop dengan melakukan rasia secara rutin, pihak lapas mengaku terus berupaya membatasi ruang gerak napi yang menjadi pengendali peredaran narkotika.

“ Lapas Kelas I Semarang terus berupaya membatasi ruang gerak napi yang menjadi pengendali peredaran narkotika , dan terus berkoordinasi dengan instansi terkait salah satunya BNNP Jateng, Ungkap Suparno Kepala Keamanan Lapas Kelas I Semarang.

Selain ketiga tersangka polisi juga mengamankan sabu seberat 126,21 gram dan paket berisi 42 butir ekstasi, sepeda motor, 5 handphone, dan timbangan elektronik. Atas perbuatannya ketiga tersangka dijerat pasal 114 undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.(NH/BJ)