Home News Update BNNP Jateng Gelar Seminar Sehari Anti Narkoba Di SMK 8 Semarang

BNNP Jateng Gelar Seminar Sehari Anti Narkoba Di SMK 8 Semarang

IMG_20150811_081945

Semarang, 11/8 (BeritaJateng.net) – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 8 Semarang bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng mengadakan Seminar Sehari Anti Narkoba di Aula Sekolah SMK 8 Semarang Jalan Pandanaran II No. 12, Selasa (11/8) pagi.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang setiap tahunnya dilaksanakan kurang lebih 2-3 kali dan mengundang BNNP Jateng untuk melakukan sosialisasi anti narkoba dan tes urine. Diikuti oleh seluruh siswa kelas XI semua jurusan yang berjumlah 500 siswa.

Sebagaimana yang diketahui, Indonesia merupakan negara yang rawan narkoba. Presiden Joko Widodo pernah menyampaikan dalam pidatonya pada Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) beberapa waktu lalu, (26/6) di salah satu stasiun televisi.

Saat itu Dia mengatakan bahwa jumlah pengguna narkoba di Indonesia meningkat 2,2 persen pada tahun 2015 menjadi 4,1 juta orang. Kerugian material akibat penyalahgunaan narkoba mencapai Rp 60 triliun. Di Jawa Tengah, tingkat kerawanan cukup besar termasuk dalam 10 besar yang perlu diwaspadai.

Hal inilah yang mendorong kegiatan sosialisasi dari BNNP Jateng ke sekolah-sekolah SMK dan SMA di kota Semarang. Sebagai rangkaian kegiatan aksi bebas narkoba dengan mengikutsertakan 40 sekolah yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan dari tingkat kerawanannya.

Berdasarkan penjelasan dari Seksi Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Jamaluddin Ma’ruf., S.Farm.Apt, tujuan diadakannya seminar ini untuk mensosialisasikan kepada pihak sekolah agar mampu melaksanakan program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Ini merupakan wujud dari Seminar bersih narkoba kepada 40 sekolah. Kami memfasilitasi alat tes urine pada tiap sekolah serta menyerahkannya ke pihak sekolah untuk proses pengecekannya. Kami sudah memberikan penyuluhan, baik itu kegunaan dan cara menggunakan alat,” jelasnya.

Dari pihak SMK 8 juga telah memberitahukan program-program OSIS terkait penyuluhan anti narkoba tersebut. Baik kepada orangtua maupun siswa. Dari Bimbingan Konseling (BK) sekolah, melakukan sosialisasi kepada siswa akan bahaya Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) dengan memasang spanduk, poster bebas narkoba dan kawasan bersih rokok.

Kepala Sekolah SMK 8, Dra. Ummi Rosydiana., M.Par memberitahukan bahwa pihaknya bertanggungjawab dalam kegiatan anti narkoba di sekolah. Minimal menekan pelaku, pengguna dan pengedar narkoba di sekolah.

“Apalagi sekolah kami memiliki jurusan Perawatan Sosial yang bertugas menangani korban NAPZA. Kami melakukan kegiatan tes urine kepada siswa secara mendadak. Siswa tidak diberitahu sebelumnya, supaya terlihat siapa saja yang terindikasi. Namun sejauh ini, siswa kami tidak ada yang menggunakan barang haram tersebut setelah dilakukan beberapa kali tes urine,” tuturnya.

Dia menambahkan jika SMK 8 selalu menerapkan pendidikan karakter, akhlak mulia, dan peduli lingkungan. Ketua OSIS, Tirami Widyawati pun menjelaskan bahwa selain diadakan penyuluhan anti narkoba, ada juga kegiatan lomba sosialisasi, dan lomba pembuatan logo.

“Penilaiannya dilihat dari tingkat kreatifitas siswa. Diikuti oleh seluruh siswa SMK 8. Semoga dengan adanya kegiatan ini teman-teman lebih sadar akan bahaya narkoba yang tidak baik bagi masa depan,” terangnya.

Menurutnya, dengan anak-anak mengetahui dampak negatif dari NAPZA, bisa menjadi tameng untuk dirinya sendiri. Kemudian bisa mensosialisasikan dalam keluarga, lingkungan dan masyarakat sekitar. Serta menjadi sarana penyalur dari sekolah dan BNN untuk mencegah peredaran narkoba. (BJT01)