Home News Update BNNK Purbalingga Minta Pelajar Jangan Nakal dan Jauhi Narkoba

BNNK Purbalingga Minta Pelajar Jangan Nakal dan Jauhi Narkoba

246
0
Kepala BNNK Purbalingga,Istantiyono  sedang memberikan sosialisasi bahaya narkoba di Aula SMPN 1 Bukateja,Purbalingga.
             Purbalingga, 21/12 (BeritaJateng.net) – Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Purbalingga,  Istantiyono meminta kepada para pelajar agar tidak nakal. Anak yang nakal itu  karena tiga faktor, yakni individu,keluarga dan lingkungan.
                “Pesan saya,kalian itu jangan nakal, agar tidak terkena dampak narkoba. Mengapa masih ada penyalahgunaan narkoba atau narkotika, psikotropika dan bahan adiktif) ?.Ya karena masih ada kenakalan di kalangan pelajar.Puncak dari kenakalan pelajar maupun remaja adalah penyalahgunaan narkoba. Semula mencoba pakai, kemudian rutin,dan akhirnya kecanduan,”  ujar Kepala BNNK Purbalingga,Istantiyono  saat sosialisasi bahaya narkoba di Aula SMPN 1 Bukateja, Purbalingga Rabu (20/12), yang diikuti 700 lebih siswa SMPN 1 Bukateja, dari Klas 7,8  dan 9.
                Agar menarik para siswa, Istantiyono menyelingi kegiatan penyuluhan itu, dengan kuis berhadiah, sulap, dan meneriakkan yel-yel “Narkoba No,Prestasi Yes !”.
                Istantiyono yang belum genap tiga bulan berdinas di Purbalingga memaparkan, saat ini prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia  2,20 % atau 4.098.029  jiwa. Mereka terkategori coba pakai 1,6 juta jiwa, teratur pakai 1,5 juta jiwa, dan pecandu 988 ribu jiwa.
                “Ini sangat memprihatinkan. Bahkan, penyalahgunaan narkoba usia anak kini meningkat 300 persen. Dan data menunjukkan, 1 dari 50 orang di Indonesia adalah penyalahguna narkoba,”  ujar Istantiono.
Kepala BNNK Purbalingga,Istantiyono  sedang memberikan sosialisasi bahaya narkoba di Aula SMPN 1 Bukateja,Purbalingga.

Di hadapan para siswa,Istantiyono menunjukkan yang termasuk jenis-jenis narkoba. Yakni narkotika, terdiri heroin, putaw,ganja, shabu,morfin, cocain dan tablet LSD (lysergic acid diethylamide).Sedangkan yang termasuk psikotropika, terdiri benzodiazepin dan barbiturat seperti pil koplo, mogadon, pil BK, LL,  Lexotan, xanax,kamlet, valium dan obat penenang lainnya.

                “Untuk yang tergolong bahan adiktif,terdiri alkohol, solvent,lem Aica Ibon,thinner, bensin,spiritus,kecubung,rokok dan minuman keras,” jelas Istantiyono.
                Sebagai generasi penerus bangsa,lanjut Istantiyono, para pelajar harus berani dan tegas untuk menolak narkoba.”Jangan coba-coba,karena bisa membahayakan masa depanmu. Dan sekarang banyak cara digunakan agar orang mengkonsumsi narkoba, seperti permen,dan kita harus waspada,”pesan Istantiyono.
                Istantiyono juga menampilkan gambar-gambar orang yang kecanduan narkoba.”Coba adik-adik lihat, salah satu penyanyi ternama asal Amerika Serikat ini namanya
              Whitney Houston. Sebelum mengenal narkoba, dia tampak cantik. Namun setelah mengenal narkoba, kecantikannya hilang dan tubuhnya kurus,sampai akhirnya meninggal di Beverly Hills, Amerika Serikat, 11 Februari 2012 pada umur 48 tahun. Sungguh,sebuah perjalanan hidup yang tragis,”  ujar Istantiyono sambil menunjuk foto Whitney Houston.
                Untuk itu,  Istantiyono mengajak kepada para pelajar, termasuk pelajar SMPN 1 Bukateja,untuk berani menolak narkoba. Caranya, dengan aktif mengikuti kegiatan seni,budaya ,olah raga,kepramukaan, keagamaan,sosial dan kemasyarakatan.(yit/El)