Home Ekbis BMT Jateng Gelar Seminar Ekonomi Syariah

BMT Jateng Gelar Seminar Ekonomi Syariah

590

Semarang, 18/1 (BeritaJateng.net) – Dengan membangun prinsip kemandirian, lembaga keuangan mikro, Baitul Maal wat Tamwil (BMT) melakukan simpan pinjam berprinsip secara syariah. BMT membangun dana dari anggotanya dengan sistem bagi hasil.

Prospek pengembangan BMT di Jawa Tengah saat ini masih baik dalam meningkatkan layanan kepada anggota sebagai orientasi utama. Hal inilah yang dibahas dalam Seminar Nasional ‘Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Dalam Rangka Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Tengah Berbasis Syariah’ di Ruang Lokapala lantai 8, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Jalan Imam Bardjo S.H, No. 4 Semarang.

Sinergi antara akademesi, pemerintah dan perbankan syariah dalam menyelesaikan permasalahan ekonomi harus secara ‘holistik’.

“Dengan begitu, Perguruan Tinggi (PT) akan melahirkan inovasi-inovasi yang dapat direspons langsung oleh masyarakat, pemerintah memfasilitasi bersinergi dengan perbankan syariah, sehingga mampu meningkatkan ekonomi kerakyatan,” terang Prof. Dr. Sucihatiningsih Dian WP., M.Si selaku Akademisi sekaligus Anggota ISEI Cabang Semarang saat menjadi narasumber dalam seminar ini, Senin (18/1).

Ketua Asosiasi BMT Jawa Tengah, Kartiko SE., MM dalam materinya ‘Prospek Perkembangan BMT di Jawa Tengah’ menjelaskan jika pendanaan BMT diperoleh dari simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan sukarela anggota.

Kartiko menambahkan jika BMT basis usahanya harus jelas. Di dalam BMT, anggota diberikan komunitas, ada nilai sosial kapital dari perbankan. Sumber pendanaan utamanya dari anggota.

“Prinsipnya mengarahkan anggota untuk menabung, sementara pembiayaannya bersumber dari anggota untuk anggota,” imbuhnya.

Berdasarkan data dari world bank global development tahun 2014, 50 persen populasi ‘unbanked’ strategi pengembangan mikro syariah dapat dilakukan dengan model bisnis, human resource, financial innovation, and technology. Hal ini disampaikan oleh Dr. Supriyatno, SE., MBA selaku Direktur Utama Bank Jawa Tengah dengan materinya ‘Potensi bisnis pembiayaan mikro syariah’.

Kinerja Bank Syariah perlu ditingkatkan, Bank Indonesia telah mensurvei bahwa ada sekitar 60 persen nasabah yang ingin melakukan transaksi menggunakan perbankan syariah.

Masih dalam tempat yang sama, Ana Atika Nikmah dan Heni Pramita Sari Mahasiswa D III Analis Kesehatan Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) yang turut hadir diantara 150 peserta dalam seminar ini menuturkan jika 60 persen penduduk Indonesia berada pada sektor pertanian dan Perguruan Tinggi dalam hal ini memberikan kontribusi kepada para petani.

Dijelaskannya, petani Indonesia hanya mendapat 300 ribu per bulan sehingga perlu inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

“Misalnya saja penelitian yang telah dilakukan berupa ide kreatif produksi pupuk sendiri dan budidaya ikan oleh masyarakat di daerah Magelang,” ujar Heni. (BJT01)