Home News Update BMI Jadi Garda Terdepan Pilkada Karanganyar

BMI Jadi Garda Terdepan Pilkada Karanganyar

205
0
Wakil Ketua DPD PDIP Jateng, Paryono (tengah) bersama dengan Sekretaris BMI Karanganyar Bambang Sumantri (kiri) 
          KARANGANYAR, 6/12 (BeritaJateng.net) – Tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) akan berlangsung mulai bukan Januari 2018 mendatang dimana Komisi Pemilihan Umum (KPU), mulai membuka pendaftaran pasangan calon (paslon)  bupati dan wakil bupati. Pendaftaran berlangsung selama tiga hari mulai dibuka pada  tanggal 8 Januari  2018 dan ditutup pada tanggal 10 Januari 2018.
          Jelang hajatan politik  pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (pilkada) Karanganyar yang akan digelar secara bersamaan dengan pemilihan Gubernur Jawa Tengah, partai politik di Karanganyar mulai menyiapkan diri.
           Diantaranya adalah Partai Demokrasi Perjuangan (PDI-P) yang kian gencar melakukan sosialisasi untuk mulai memanaskan mesin partai. Salah satunya dengan menggerakkan anak sayap PDI-P yakni Banteng Muda Indonesia (BMI). Dimana diharapkan BMI mampu “menggaet” generasi muda yang memiliki  militansi dan daya juang tinggi  selaras dengan ideologi Pancasila.
          Sekretaris DPC Banteng Muda Indonesia (BMI) Karanganyar, Bambang Sumantri menegaskan BMI siap jadi garda terdepan untuk memperjuangkan kemenangan PDI Perjuangan dalam percaturan politik yang tidak lama lagi akan di gelar di Jawa Tengah.
          Sesuai  dengan instruksi pusat, BMI diminta akan ikut andil dalam memenangkan calon kepala daerah yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan pada pilkada di Karanganyar (pemilihan Bupati), maupun di tingkat propinsi (pemilihan Gubernur Jawa Tengah).
           “BMI siap menjadi garda terdepan dalam berjuang dan mengawasi jalannya proses pilkada Karanganyar  2018 termasuk juga untuk Pilgub Jawa Tengah, BMI all out dukung calon dari PDIP,” jelas Bambang Sumantri, Rabu (12/2017).
          Banteng Muda Indonesia (BMI) menurut Bambang  akan terjun dan besentuhan langsung dengan masyarakat khususnya kalangan muda di Karanganyar. Tujuannya untuk menampung aspirasi dan keinginan dari masyarakat Karanganyar yang selama ini belum terakomodir seluruhnya.
         “Yang pasti kita akan “turun gunung”, tidak akan duduk diam di ruangan dingin ber-AC. Namun kita langsung serap aspirasi dan menampung apa yang jadi keinginan masyarakat langsung dari akar rumput,” pungkas Bambang Mantri. (db/El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here