Home News Update Blusukan Pekunden, Sigit Dihujani Permasalahan Kesehatan, Pendidikan dan Pekerjaan Warga

Blusukan Pekunden, Sigit Dihujani Permasalahan Kesehatan, Pendidikan dan Pekerjaan Warga

DSC05287

Semarang, 25/9 (BeritaJateng.net) – Masalah Kesehatan, Pendidikan dan lapangan pekerjaan merupakan keluhan utama warga Pekunden, hal ini disampaika warga saat acara sosialisasi dan blusukan calon Wali kota Semarang Sigit Ibnugroho ke Rumah Susun Kelurahan Pekunden Semarang Tengah.

Pada acara dialog, Yuni warga kelurahan Pekunden mengeluhkan bahwa pelayanan kesehatan perlu menjadi perhatian jika Sigit terpilih menjadi Walikota nantinya.

“Pelayanan kesehatan perlu diperbaiki sehingga warga yang sakit bisa mendapatkan pelayanan dan cepat sembuh. Lalu seperti pendidikan, sebisa mungkin untuk beasiswa diperbanyak, sehingga anak keluarga kurang mampu dapat berkesempatan untuk bersekolah,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Yuni, pihaknya juga berkeinginan agar perusahaan bersistem outsourcing dapat dihilangkan, karena menurutnya outsourcing menyusahkan dan bisa membuat pekerja kehilangan pendapatan serta minimnya lapangan kerja membuat para pencari pekerjaan kesusahan.

Menanggapi hal tersebut, Sigit menegaskan bahwa jika dirinya terpilih nanti akan memperbaiki sistem. Seperti pelayanan Kesehatan seperti puskesmas seharusnya buka sampai sore hari, sehingga dapat melayani masyarakat.

“Jam pelayanan kesehatan puskesmas nantinya kita buka sampai sore. Memang biaya kesehatan itu mahal sekali, bisa kita akan lebih mendata warga yang belum terdaftarke BPJS,” katanya.

Untuk pendidikan Sigit akan merencanakan perbaikan sarana dan prasaranan sekolah dan tentunya dana BOS segera bisa optimalkan. “Masalah pendidikan sangat kita konsenkan dan kita perhatikan, sebab masa depan kita itu tergantung dari pendidikan anak-anak kita untuk meneruskan kedepannya, “ucapnya.

Untuk Outsourching, lanjutnya, memang sekarang ini sangat kurang membantu. “Dan kondisi sekarang, kemungkinan akan banyak perusahaan yg gulung tikar, jadi kita akan usahakan umkm akan segera kita tinggkatkan, dan nantinya dapat menjadi sumber dari penghasilan selain masyarakat bekerja,” ucapnya.

Pemerintah kota harus bisa membuka potensi wisata, dan jika banyak pengunjung nantinya para umkm ini akan meningkat penghasilannya.

Selain itu, lanjut Sigit, membuka peluang investor terbuka lebar, untuk mengembangkan pembangunan kota Semarang.(BJ06)