Home News Update Blusukan Pasar, Ita Serap Aspirasi Para Pedagang Pasar

Blusukan Pasar, Ita Serap Aspirasi Para Pedagang Pasar

Berbelanja di pasar Karang Ayu, itu sekaligus mensosialisasikan diri dan menyerap aspirasi pedagang.
Berbelanja di pasar Karang Ayu, itu sekaligus mensosialisasikan diri dan menyerap aspirasi pedagang.
Berbelanja di pasar Karang Ayu, itu sekaligus mensosialisasikan diri dan menyerap aspirasi pedagang.

Semarang, 3/9 (BeritaJateng.net) – Disela aktifitasnya dalam bersosialisasi sebagai calon wakil walikota Semarang, Calon Wakil Walikota Nomor urut 2, Ir Hevearita Gunaryanti Rahayu, tak meninggalkan perannya sebagai seorang wanita. Pun halnya sebagai ibu rumahtangga, dengan menyempatkan berbelanja pagi di Pasar Karangayu.

Di sepanjang jalanan Pasar Karangayu ternyata hampir seluruh pengunjung dan pedagang yang rata-rata perempuan mengenali sosok ibu satu anak ini. Ini terlihat dari banyak pengunjung pasar dan pedagang yang meminta berfoto bersama.

Di Pasar Karangayu, Mbak Ita membeli beberapa kebutuhan rumah tangga, kangkung, bumbu dapur, daging serta aneka sayur lainnya. “Ini mau masak Rawon buat menu keluarga, berbelanja di pasar tradisional sudah menjadi rutinitas saya dulu. Disini semua kebutuhan ada dan harganya sangat terjangkau,” ujar wanita yang sering disapa mbak Ita ini sembari memilih-milih sayur.

Ita mendengarkan keluhan pedagang renta tentang peemasalahan pasar yang dihadapi.
Ita mendengarkan keluhan pedagang renta tentang peemasalahan pasar yang dihadapi.

Dalam kesempatan itu Ita menyatakan merasa perlu untuk terus mendorong keberlanjutan program revitalisasi pasar tradisional yang telah berjalan pada masa pemerintahan Hendrar Prihadi.

“Saya rasa di masa pemerintahan mas Hendi (Hendrar Prihadi, Walikota 2013-2015) sudah dapat kita lihat bersama bahwa banyak Pasar Tradisional yang telah direvitalisasi, ini menjadi bukti bahwa kami ingin pasar tradisional dapat terus eksis,” kata mantan Direktur Utama PT. SPHC ini.

Selain itu, Ita juga mengatakan, Mas Hendi selama ini sudah merevitalisasi 10 pasar di Semarang seperti RPU Penggaron, Pasar Jrakah, Rasamala, Surtikanti, Genuk, Rejomulyo, Klitikan, Sampangan, Bulu, Peterongan  yang murni dari APBD, jadi program ini harus terus dilanjutkan.

Lebih lanjut Ita juga menambahkan, sesuai program visi misi pasangan nomor urut 2,Hebat (Hendi-Ita Bersama Rakyat), Hendi dan Ita berkomitment untuk meneruskan menata pasar tradisional agar lebih dicintai masyarakat Semarang dan mendorong laju perekonomian di Kota Semarang yang lebih tinggi.

Salah satu programnya yakni revitalisasi pasar dengan memperbaiki dan mempercantik keadaan pasar. “Bukan merobohkan dan membongkar pasar, tapi merevitalisasi dengan menata dan memperbaiki kondisi yang ada dan disesuaikan kebutuhannya. Seperti perlu dibangun lapak, pengecatan, dan penyediaan lahan parkir yang nyaman, dan semua sumber dana harus berasal dari APBD bukan investor,” terangnya.

Ita membeli sayur dan aneka kebutuhan dipasar tradisional.
Ita membeli sayur dan aneka kebutuhan dipasar tradisional.

Menurutnya, jika keadaan pasar bersih, lahan parkir memadai, serta penataan lapak tertata makan masyarakat juga akan senang dan lebih cinta pasar tradisional. Baik pengunjung, pedagang dan pembeli akhirnya merasa aman dan nyaman bersama, sehingga tidak tertutup kemungkinan untuk anak-anak muda juga bisa tertarik untuk datang ke pasar tradisional.

Menurut salah satu pengunjung pasar, Sri Muryati mengaku kaget melihat Ita blusukan ke pasar.

“Sosok seperti mbak Ita sebenarnya yang pas untuk kami perempuan, karena sebagai wanita, pasti mbak Ita lebih paham kebutuhan ibu-ibu di pasar, kan sama-sama perempuan. Kalau bapak-bapak kan jarang ke pasar, jadi ya nggak ngerti bener,” cetusnya. (Bj)