Home Lintas Jateng Blusukan Pasar Dargo, Hendi Ingin Kembangkan Gems Center

Blusukan Pasar Dargo, Hendi Ingin Kembangkan Gems Center

image

Semarang, 26/6 (BeritaJateng.net) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan dukungannya terhadap pengembangan Pasar Dargo Semarang sebagai sentra penjualan batu akik dan batu mulia.

“Saya tadi melihat sendiri bagaimana aktivitas perdagangan (batu akik, red.) di Pasar Dargo,” kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi saat mengunjungi Pasar Dargo Semarang, Jumat (26/6) sore.

Ia melihat aktivitas perdagangan batu akik yang sangat ramai di pasar yang dulunya dikenal sebagai sentra beras itu sebagai peluang untuk mengembangkannya sebagai sentra “gemstone”.

Pasar Dargo Semarang dijadikan oleh Pemerintah Kota Semarang sebagai tempat relokasi bagi para pedagang batu akik dan batu mulia di Jalan Kartini Semarang yang kian berkembang pesat.

Menurut Hendi, upaya peningkatan fasilitas di pasar tersebut tentunya sangat diperlukan seiring dengan meningkatnya aktivitas perdagangan batu akik yang sangat bagus dan prospektif.

“Pasar ini (Dargo, red.) bisa jadi ‘gems centre’ dari para pedagang akik yang semula berjualan di Jalan Kartini. Kami sudah anggarkan (penataan Dargo, red.) pada APBD perubahan,” katanya.

Nantinya, kata dia, DED (detail engineering design) untuk pengembangan Pasar Dargo akan disiapkan dengan mengundang konsultan dan para ahli dengan mengkaji dalam berbagai aspek.

“Ya, nantinya orang yang berkunjung ke sini (Pasar Dargo, red.) akan semakin banyak karena semakin nyaman. Secara estetika juga dipastikan tidak mengurangi keindahan,” pungkas Hendi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto Sarjoko mengatakan penataan pedagang dan pengrajin batu akik di Pasar Dargo akan dianggarkan pada APBD Perubahan Kota Semarang 2015.

“Rencananya seperti itu. Nantinya, (penataan Pasar Dargo, red.) diusulkan di APBD perubahan tahun ini sebesar Rp200 juta. Kalau untuk perbaikan kami ajukan pada APBD 2015,” katanya.

Ia mengakui kondisi Pasar Dargo sekarang ini belum cukup representatif karena tidak hanya pedagang batu akik yang beraktivitas di pasar itu, melainkan juga para pengrajin batu akik.

“Di lantai dua itu (Pasar Dargo, red.) kan ditempati pengrajin. Nanti, kami akan buatkan ruangan bersekat dengan sistem kedap. Tujuannya, agar tidak terdampak polusi udara dan suara,”ujarnya. (BJ05)