Home Lintas Jateng Blora Aman Dari Beras Sintetis

Blora Aman Dari Beras Sintetis

mashudi

Blora, 25/5 (BeritaJateng.net) – Kepala Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Kabupaten Blora, Mashudi, Senin (25/05) menyatakan di Blora aman dari dugaan kasus beras sintetis yang terbuat dari bahan plastik. Hal itu disampaikan menyusul informasi adanya temuan beras berbahan plastik seperti diwartakan melalui media massa.

“Kami jamin di Blora aman dari dugaan kasus dan beredarnya beras sintetis, masyarakat kami imbau tidak usah khawatir dan resah,” tegas Mashudi.

Jika ada yang mencurigakan, menurut Mashudi, warga masyarakat dipersilahkan melapor untuk segera di tindak lanjuti. “Sampai saat ini belum ada laporan dari warga masyarakat. Beras yang beredar merupakan hasil penggilngan lokal dari petani, sehingga sangat kecil kemungkinan beredar beras sintetis di wilayah Blora,” tegasnya.

Meski demikian, pihaknya meminta kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan. Jika ditemukan beras yang tidak wajar, baik bentuk, warna, hingga keanehan saat dimasak, segera melaporkannya.

“Sudah banyak informasi soal ciri-ciri beras sintetis. Kami yakin warga sudah tanggap,” imbuhnya.

Selain itu KKP juga akan gencar melakukan sosialisasi terkait ciri-ciri beras sintetis yang dikabarkan membahayakan kesehatan tubuh manusia.

Tidak adanya kasus beras sintetis yang beredar di wilayah Blora dipertegas Mashudi, dengan menjadikan Desa Andongrejo Kecamatan Blora sebagai percontohan Desa Mandiri Pangan.

Yakni desa yang masyarakatnya mempunyai kemampuan untuk mewujudkan ketahanan pangan dan gizi melalui pengembangan sub sistem ketersediaan, subsistem distribusi, dan subsistem konsumsi dengan memanfaatkan sumberdaya setempat secara berkelanjutan.

Mashudi mengungkapkan, sebagai desa percontohan mandiri pangan, disediakan lokasi (lumbung), peralatan pengolahan pangan serta fasilitas lain pasca panen. “Sudah kami persiapkan lokasinya, termasuk ada Bed Dryer dan Rice Milling Unit (RMU). Dengan demikian akan berfungsi sebagai penyimpanan stok pangan yang pengelolannya dilakukan oleh kelompok warga masyarakat setempat,” ujarnya.

Percontohan desa mandiri pangan yang dilakukan di desa Andongrejo, menurut Mashudi sebagai embrio untuk mewujudkan BUMD di Blora. Lokasinya berada di dusun Denguk atau sekitar lapangan desa dan area persawahan warga. (BJ31)