Home Hukum dan Kriminal Blandong Kayu Jati Ditangkap

Blandong Kayu Jati Ditangkap

625

Kendal, 04/12 (Beritajateng.net) – Dua orang yang diduga menjadi anggota komplotan blandong kayu di hutan desa Sumberejo kecamatan Kaliwungu ditangkap jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kendal. Penangkapan dilakukan ketika mereka akan mengangkut kayu jati curian keluar dari wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Mangkang.

Keduanya bertugas membawa kayu hasil curian ke Kabupaten Batang untuk dijual ke penadah. Namun sebelum berhasil membawa empat batang kayu jati ke lokasi transaksi, mereka sudah ditangkap di desa Sumberrejo Kecamatan Kaliwungu Kendal pada Kamis (04/12).

Identitas dua tersangka yang ditangkap adalah Sutarman (55) warga desa Kertosari kecamatan Singorojo dan Wibowo Eko Prasetyo (28) warga dukuh Tegalsari desa Wonosari kecamatan Pegandon Kendal. Penangkapan terhadap para anggota komplotan blandong kayu ini dilakukan saat sedang memindahkan kayu-kayu hasil curian ke atas truk dengan nomer polisi H 1872 CG di area pinggir hutan.

“Saya bertugas membawa kayu-kayu ini dari tempat penebangan ke lokasi truk yang berada di pinggir hutan, menggunakan gerobak. Sutarman yang nantinya akan membawa dengan truk ke daerah Batang. Tetapi saya tidak tahu kalau ini kayu curian. Saya hanya dijanjikan akan diberi Rp 150 ribu jika mau membantu mengangkut kayu jati ini,” pengakuan Wibowo saat digelandang ke Mapolres Kendal.

Kapolres Kendal AKBP Harryo Sugihhartono melalui Kasat Reskrim Polres Kendal Iptu Fiernandi Ardiansyah mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap empat tersangka lain yang bertugas sebagai
penebang pohon. Diduga salah satunya merupakan dalang dari pencurian kayu di petak G BKPH Mangkang.

“Usai menangkap dua tersangka ini berdasarkan informasi polisi hutan setempat, kami langsung melakukan penggrebekan terhadap pelaku penebangan. Kami perkirakan mereka sudah menguasai medan, sehingga dapat menghilang di hutan saat kami lakukan pengejaran,” jelasnya.

Polisi kini sudah mengamankan empat batang kayu jati hasil curian, sebuah truk yang rencananya digunakan untuk mengangkut kayu, sebuah gerobak dan beberapa kapak. Benda-benda tersebut rencananya akan dijadikan barang bukti
atas tindak kejahatan tersangka. Keduanya akan dijerat dengan pasal 82 dan 83 undang-undang ri nomer 18 tahun 2013 tentang kehutanan dengan ancaman hukuman maksimal satu tahun penjara. (DK/pj)