Home Lintas Jateng BKT Semarang Bakal Jadi Destinasi Wisata Air

BKT Semarang Bakal Jadi Destinasi Wisata Air

1142
Normalisasi BKT Diharapkan Dapat Kendalikan Banjir

Semarang, 9/1 (BeritaJateng.net) – Normalisasi sungai Kanal Banjir Timur (KBT) di Kota Semarang, Jawa Tengah tidak hanya untuk mengatasi persoalan banjir.

Lebih dari itu, jika nantinya sudah dikerjakan, BKT akan jadi salah satu destinasi baru di Semarang.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana Ruhban Ruzziyatno menilai, dibandingkan wilayah Kanal Banjir Barat (BKB), bantaran BKT jauh lebih bagus.

Sekalipun KBB juga telah dinormalisasi dan dijadikan salah satu destinasi wisata air di Semarang.

“Lebih bagus dari BKB, karena lanskap cukup menjanjikan. Bantarannya cukup luas (untuk) dapat memanfaatkan,” kata Ruhban.

Ruhban menambahkan, Pemerintah Kota Semarang akan menata bantaran sungai agar lebih baik.

Selain itu, di sepanjang tanggul juga bisa didesain sebagai lokasi alternatif bagi warga untuk memancing.

“Tinggal nanti kita menata keindahan estetikanya. Sepanjang tanggul misalnya bisa untuk area mancing, area main anak, nanti ditata dengan Pemkot Semarang,” tambahnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebelumnya juga meminta agar BKT dilakukan penataan kawasan agar lebih indah dan dapat dinikmati. Ia ingin KBT dapat menjadi destinasi wisata seperti halnya KBB. “Mudah-mudahan dapat dipakai untuk pariwisata,” harapnya.

Proyek normalisasi sungai KBT mulai dilakukan di bantaran sungai itu sepanjang 14,6 km dengan nilai proyek RP 485 miliar.

Proyek itu membentang dari hulu di Bendungan Pucanggading dan berakhir di muara sungai Laut Jawa.

Proyek untuk sistem pengendalian banjir ini melewati 4 kecamatan di Kota Semarang, yaitu Kecamatan Gayamsari, Kecamatan Semarang Timur, Kecamatan Semarang Utara dan Kecamatan Genuk.

Normalisasi KBT juga terintegrasi dengan sistem pengendalian banjir dan rob dengan normalisasi Sungai Seringin dan sungai Tenggang.

Dalam tahap I, normalisasi dilakukan sepanjang 6,7 km, dari muara hingga Jembatan Majapahit.

Sementara tahap II dari Jembatan Majapahit hingga Bendungan Pucanggading sepanjang 7,9 km masih dalam kajian perencanaan.

Dalam proyek tahap I, ada tiga paket pekerjaan. Paket I dari rel kereta api hingga muara sungai sepanjang 1,95 km dikerjakan oleh kontraktor Nindya karya-Bumi Karsa KSO.

Paket 2 dari Jembatan Citarum sampai Jembatan rel kereta api sepanjang 2,05 dikerjakan oleh kontraktor Jaya Kontruksi-Indo Teknik Pembangunan KSO.

Sementara paket 3 dari Jembatan Majapahit hingga Jembatan Citarum dengan panjang 2,7 km oleh kontraktor Basuki-Hidup Indah, KSO.

Bendung Gerak

Sementara untuk mendukung kegiatan wisata air, pihak BBWS mulai membangun bendung gerak di KBB.

Bendung itu diperlukan untuk mengontrol debit air di sungai agar dapat digunakan untuk event perlombaan seperti kontes perahu dan kontes air lainnya.

“Di 2018 ini, sedang dilaksanakan bendung gerak di Kaligarang. Kalau kontes perahu kan biasanya kandas, maka bendung gerak dinaikkan sesuai permintaan event. Nanti kedalaman 2 meter bisa, 2,5 bisa sekaligus agar tidak terjadi sedimentasi,” pungkas Ruhban. (Bj/El)