Home Lintas Jateng BKKBN: Kesiapan Daya Saing Kunci Bonus Demografi

BKKBN: Kesiapan Daya Saing Kunci Bonus Demografi

image
FOTO/ist

Semarang, 20/12 (Beritajateng.net) – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan kesiapan daya saing sumber daya manusia menjadi kunci memanfaatkan peluang bonus demografi.

“Kami terus mengajak berbagai pihak terkait untuk menyadarkan pentingnya memanfaatkan peluang bonus demografi,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BKKBN Pusat Adi Wahyono di Semarang, Sabtu.

Hal tersebut diungkapkannya usai diskusi bertajuk “Peran Pengelola Media Pada Program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KB) Menyongsong Bonus Demografi” yang diprakarsai BKKBN Jateng.

Bonus demografi yang dimaksudkan adalah jumlah penduduk usia produktif lebih besar dari penduduk nonproduktif dan diperkirakan Indonesia akan mengalami bonus demografi pada 2025-2035.

Salah satu upaya yang dilakukan, kata dia, BKKBN menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan membuat buku tentang bonus demografi untuk menyadarkan pentingnya memanfaatkan peluang itu.

“Kami juga ajak kalangan dunia kerja, seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan berbagai ‘stakeholder’ lain karena implikasinya Indonesia akan mengalami surplus tenaga kerja,” tukasnya.

Makanya, kata dia, calon-calon tenaga kerja harus disiapkan dari sekarang agar nantinya bisa bersaing dan berkualitas dalam menghadapi pasar kerja, bukan sebaliknya malah kalah bersaing.

“Harus disiapkan. Utamanya, menyiapkan daya saing personal yang bisa tercapai jika jaminan pendidikan dan kesehatannya tercapai. Kami terus mendorong upaya penyiapannya,” ujar Adi.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Jateng Tjondrorini mengatakan bonus demografi yang akan dialami Indonesia harus bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, salah satunya menyiapkan SDM.

Indonesia, kata dia, akan mengalami bonus demografi, yakni jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan jumlah penduduk nonproduktif sehingga perlu disiapkan sedari dini.

“Masuk pasar kerja nanti persaingannya luar biasa ketat. Maka harus disiapkan sejak dini. Dimulai dari kesehatannya. Tenaga kerja tidak akan mampu produktif jika tidak sehat,” katanya.(ant/ss)