Home Ekbis Bisnis Cara Online akan Geser Konvensional  

Bisnis Cara Online akan Geser Konvensional  

86
0
Anggota DPR RI Komisi X, Mujib Rahmat sebagai Keynote Speaker dalam Workshop Bekraf Digital Entrepreneurship yang digelar oleh HIPMI Kendal di Hotel Sae Inn Kendal.
          KENDAL, 10/10 (BeritaJateng.net) — Fenomena jual beli online dipastikan akan menjadi tren dan mengalahkan pasar modern atau konvensional yang selama ini ada. Makanya dibutuhkan daya kreatifitas untuk memasuki pasar online ini.
           Demikian disampaikan Anggota DPR RI Komisi X, Mujib Rahmat sebagai Keynote Speaker dalam Workshop Bekraf Digital Entrepreneurship yang digelar oleh HIPMI Kendal di Hotel Sae Inn Kendal. Menurutnya, di era digital ini tuntutan bisnis adalah kreatifitas. Bukan lagi bergantung pada tempat strategis seperti mall atau pasar.
          “Di era digital, jual beli online sudah tidak lagi butuh toko. Bahkan tidak punya toko bisa berjualan. Terpenting adalah promosinya yang sekreatif mungkin. Sehingga menarik orang untuk membeli produk,” katanya, Selasa (10/10/2017).
         Menurutnya saat ini mulai nampak pergeseran pasar. Sekarang ini mulai marak orang melakukan jual dan beli melalui situs jejaring sosial ataupun situs penyedia jasa jual-beli online. “Orang mulai sudah mulai nyaman dan menikmati transaksi tanpa harus repot ke toko maupun mall,” tandasnya.
            Orang sudah tidak mau lagi direpotkan dengan memilih barang yang harus bolak-balik dari toko satu ke toko lainnya. Sedangkan melui online, orang bisa memilih barang dengan merek dan spesikasi yang diinginkan dari berbagai toko.
            Makanya, dengan tantangan ini menurutnya menjadi kesempatan anak muda yang masih sedang berkembang kreativitasnya untuk membangun bisnis. “Jadi keberhasilan kedepan tidak lagi ditentukan modal besar, melainkan kreatifitas, kualitas dan promosi yang baik,” tandasnya.
             Di Kendal sendiri menurutnya banyak potensi yang bisa digali, mulai dari wisata, kuliner, fashion dan sebagainya. “Tinggal bagaimana mengemas secara baik sehingga bisa diterima khalayak,” tambahnya.
             Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Santosa Sungkari mengatakan bahwa ekono kreatif adalah beralih sistem perdagangan lama dengan media online atau media sosial. Makanya tuntunya lebih tinggi dari sisi kualitas, karena produk tidak hanya dijual dalam lingkup regional saja. “Tapi seluruh indonesia bahkan internasional, karena dengan media sosial semua orang bis terhubung,” tandasnya.
             Disini Bekraf, lanjut Hari, para calon wirausahawan ini akan dibekali bagiamana cara mempromisikan produk,  packing dan labeling produk. “Keuntungannya tidak harus punya toko, tinggal didepan HP ataupun komputer. Itu sudah mulai nampak dari banyaknya layanan pengiriman barang yang meningkat akhir-akhir ini,” jelasnya. (sty/el)